Pemerintah Siapkan Kesiapan Transportasi untuk 1,88 Juta Pemudik di Sumatera Barat
Sumber Foto: Kompas.com
Sosial

Pemerintah Siapkan Kesiapan Transportasi untuk 1,88 Juta Pemudik di Sumatera Barat

Cakra Media - Kompas.com, 26 Februari 2026, 21:40 WIB

Add on Google

Kiki Safitri,

Aprillia Ika

Tim Redaksi

Lihat Foto

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi di Grahadi, Surabaya, Jatim, Jumat (20/2/2026)(KOMPAS.com/IZZATUN NAJIBAH )

JAKARTA, KOMPAS.com - Pergerakan 1,88 juta masyarakat di Sumatera Barat selama masa Angkutan Lebaran 2026 diproyeksikan meningkat, sehingga kesiapan simpul transportasi dan layanan pemudik menjadi perhatian pemerintah.

Berdasarkan Survei Potensi Pergerakan Angkutan Lebaran 2026, dari sisi tujuan, arus pergerakan terbesar mengarah ke Jawa Tengah, sedangkan menuju Sumatera Barat sebesar 5,36 juta orang.

"Sumatera Barat dikenal sebagai daerah dengan jumlah perantau yang besar, sehingga setiap menjelang hari raya Idul Fitri, terjadi arus kedatangan yang signifikan dari berbagai daerah di Indonesia menuju kampung halaman di ranah Minang," kata Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi dalam keterangan resmi, Kamis (26/2/2026).

Baca juga: Angkutan Lebaran 2026, Menhub Minta Maskapai Tidak Turunkan Standar Keselamatan

Kesiapan Simpul Transportasi

Ia mengatakan, kesiapan berbagai simpul transportasi utamanya bandara dan terminal perlu dipersiapkan sebaik-baiknya.

Secara keseluruhan, kebutuhan dukungan yang diperlukan meliputi penyiapan posko, tempat istirahat, antisipasi kepadatan, penyediaan informasi, pemantauan daerah rawan bencana serta pengaturan dan rekayasa lalu lintas oleh Kementerian Perhubungan.

"Kami harap Pemda Sumatera Barat bersama dengan stakeholder terkait dapat melakukan posko pelayanan dan monitoring Angkutan Lebaran, memastikan kesiapan armada (ramp check) dan simpul transportasi, serta melakukan pemeriksaan kendaraan (pengemudi)," ujar Menhub.

Baca juga: Lebaran 2026, Menhub Hitung Pemudik dari Sumsel Capai 3,87 Juta Orang

Integrasi Mudik Gratis

Menhub juga mendorong adanya konsolidasi pelaksanaan mudik gratis melalui integrasi data, jadwal, dan rute agar layanan tepat sasaran dan keterisian optimal, serta penyediaan feeder untuk membantu para pemudik menuju lokasi keberangkatan mudik gratis.

Untuk mengantisipasi lonjakan pergerakan masyarakat, Kemenhub mengajak pemerintah daerah serta Kepolisian RI untuk mengoptimalkan masjid dan Unit Pelaksana Penimbangan Kendaraan Bermotor (UPPKB) sebagai tempat istirahat (rest area).

Baca juga: Menhub: Puncak Arus Mudik 18 Maret

Rest Area dan Mitigasi Bencana

Untuk itu diperlukan sejumlah fasilitas seperti parkir gratis dan aman, toilet–sanitasi memadai, air bersih, penerangan, pos kesehatan ringan, serta signage dan pengaturan lalu lintas terpadu.

Sementara rekayasa lalu lintas perlu dilakukan secara kondisional, di antaranya apabila terdapat hambatan seperti bencana longsor dan banjir.

Di titik-titik rawan kemacetan dan keramaian perlu disediakan petugas keamanan, kesiapan jalur alternatif, serta penanganan perlintasan sebidang antara jalan dan jalur kereta.

Menhub menegaskan bahwa pemerintah daerah juga diharapkan menyiapkan pos-pos mitigasi, khususnya pada jalur rawan banjir yang dilewati pemudik serta mengimplementasikan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di daerah rawan bencana hidrometeorologi.

Menhub juga mengajak Pemerintah Pusat, Pemda, dan Kepolisian untuk memberi perhatian lebih pada area pasar tumpah dan lokasi wisata, khususnya pada pengaturan area parkir sehingga tidak menimbulkan kepadatan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang

Mudik Lebaran 2026

Jakarta

Sumbar

Menhub Dudy

lebaran 2026

Lihat Money Selengkapnya

Pilihan Untukmu

Terkini Lainnya

AS Izinkan Penjualan Minyak Iran Selama 60 Hari, Selat Hormuz Kembali Dibuka

Energi

22/06/2026, 22:41 WIB

Alan Greenspan, Mantan Bos The Fed yang Pernah Dijuluki Maestro Ekonomi, Wafat di Usia 100 Tahun

Ekbis

22/06/2026, 22:12 WIB

Penjelasan Menteri Ekraf soal Aturan NIB untuk Konten Kreator

Ekbis

22/06/2026, 22:11 WIB

Asosiasi Ritel Soroti Dampak Ekonomi Aturan Kemasan Polos Rokok

Ekbis

22/06/2026, 21:53 WIB

Pemadaman Listrik Bergilir, YLKI Minta PLN Beri Kompensasi secara Otomatis

Energi

22/06/2026, 21:37 WIB

IWIP dan WBN Kucurkan Beasiswa, Siapkan Talenta untuk Dukung Hilirisasi Mineral

Karier

22/06/2026, 21:12 WIB

Menteri Maman Sebut Pemadaman Listrik Bergilir Ganggu UMKM

Ekbis

22/06/2026, 21:04 WIB

HKI Minta Kawasan Industri Diberi Izin Bangun Pembangkit Listrik Sendiri

Energi

22/06/2026, 20:40 WIB

Mendag: Distribusi 50 Persen Lebih MinyaKita Bisa Lewat BUMN

Ekbis

22/06/2026, 20:09 WIB

Qatar Kembali Kirim Kapal Tanker LNG Lewati Selat Hormuz

Energi

22/06/2026, 20:00 WIB

Kasus Dana Syariah Indonesia, Peran Founder dalam Transaksi Afiliasi Diungkap

Keuangan

22/06/2026, 19:40 WIB

BPS Kerahkan 40.573 Petugas untuk Sensus Ekonomi 2026 di Jawa Barat

Rilis

22/06/2026, 19:39 WIB

DPR Minta PLN Benahi Distribusi Batu Bara Usai Pemadaman Listrik Bergilir di Jawa

Energi

22/06/2026, 19:17 WIB

Bach Multi Global Cari Dana IPO Rp 307,5 Miliar, Andalkan Bisnis Genset dan BTS

Keuangan

22/06/2026, 19:17 WIB

Libur Sekolah-Nataru, Pemerintah Siapkan Stimulus dan Diskon Tarif Transportasi Rp 1,54 T

Ekbis

22/06/2026, 19:10 WIB

1

2

3

Next

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat

Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app