Warga Bukit Mas Menuntut Pembongkaran Tembok Akses Rumah Denni
Perumahan Bukit Mas di Bintaro, Jakarta Selatan, kini menjadi sorotan publik setelah salah satu akses rumah di kompleks tersebut ditutup dengan tembok setinggi 2 meter. Tembok ini menghalangi akses menuju rumah milik Denni Krisna Putera, yang dikenal juga sebagai Denni Akung.
Denni, yang berusia 41 tahun, memiliki rumah di Jalan Cakra Negara Blok E7 RT 001/RW 015. Namun, rumah tersebut dianggap melanggar aturan dan izin karena berdiri di atas lahan yang tidak termasuk dalam kompleks perumahan. Keberadaan rumah berlantai dua ini menimbulkan kontroversi karena menghadap langsung ke Jalan Cakra Negara, setelah penjebolan pagar pembatas kompleks.
Warga Peduli Perumahan Bukit Mas (WPPBM) menyatakan keberatan atas tindakan penjebolan pagar tersebut. Salah satu anggota WPPBM, Penny FN, menjelaskan, "Kami tidak mempermasalahkan pembangunan rumah di lahan itu. Kami keberatan karena tembok pembatas kompleks dijebol. Seharusnya rumah itu menghadap ke Jalan Mawar yang terletak di luar kompleks."
Penny juga menambahkan bahwa pengembang kompleks telah mengalami kebangkrutan, yang mengakibatkan penyerahan sejumlah fasilitas sosial (fasos) dan fasilitas umum (fasum) kepada pemerintah daerah setempat. "Penyerahan fasos dan fasum ke Pemda hanya untuk pemeliharaan, seperti jalan, saluran air, lampu jalan, dan taman. Tembok pembatas ini adalah milik warga kompleks," tuturnya.
Dalam pandangannya, pemerintah tidak seharusnya memberikan izin kepada individu untuk menjebol pagar pembatas demi kepentingan pribadi. "Pemerintah tidak bisa seenaknya menjebol pagar pembatas untuk orang lain," tegas Penny.
Namun, Penny juga menyatakan bahwa pemerintah bisa mempertimbangkan untuk membuka pembatas kompleks jika hal tersebut bertujuan untuk kepentingan umum, seperti akses menuju sekolah, tempat ibadah, atau pasar. "Jika ada pembangunan fasilitas umum di luar kompleks, dan itu mengharuskan pembukaan akses, maka itu bisa dipertimbangkan. Namun, untuk kepentingan pribadi, sebaiknya tidak dilakukan," tutupnya.




