Pria Muda di Aceh Tamiang Berjualan Es Lumut untuk Bantuan Ekonomi Keluarga
Di tengah tantangan ekonomi yang dihadapi, banyak individu berusaha mencari cara untuk memperbaiki kondisi finansial mereka. Salah satunya adalah Ayub Siran, seorang pria berusia 23 tahun yang tinggal di Rantau, Aceh Tamiang. Untuk membantu perekonomian keluarganya, Ayub berjualan es lumut di Desa Rantau Pauh, tepatnya di area Pajak Kecamatan Rantau.
Dengan meja kecil yang ditempatkan di bawah pohon trambesi yang memberikan naungan dari sinar matahari, Ayub menjajakan es lumut kepada para pengguna jalan yang melintas. Selain es lumut, ia juga menjual keripik pisang yang merupakan produk dari ibunya.
Usaha di Bulan Ramadan
Ayub mulai berjualan es lumut sejak lebih dari satu minggu yang lalu, bertepatan dengan bulan Ramadan. Ia mengungkapkan, "Bulan Ramadhan ini genap 1 minggu lebih saya berjualan," kata Ayub ketika diwawancarai.
Motivasi Ayub untuk berjualan tidak lepas dari kondisi keluarganya. Ayahnya, yang sudah lanjut usia, mengalami masalah kesehatan dan tidak dapat bekerja secara rutin. Sementara ibunya juga sedang sakit, yang sebelumnya bekerja sebagai pembantu rumah tangga dengan mencuci dan menyetrika pakaian.
Pendapatan Harian
Dari usaha berjualan ini, Ayub mampu meraih pendapatan harian antara Rp 50 ribu hingga Rp 100 ribu. "Alhamdulillah, paling sedikit dapat Rp 50 ribu sehari," ujarnya dengan penuh syukur.
Ayub berjualan setiap hari mulai pukul 09.00 WIB hingga 17.30 WIB. Namun, pada hari Jumat, ia biasanya menutup jualannya lebih cepat, sekitar pukul 17.00 WIB. Khusus di bulan Ramadan, ia memulai jualannya lebih sore, sekitar pukul 15.30 WIB, hingga waktu berbuka puasa.
Usaha Ayub ini mencerminkan semangat juang yang tinggi untuk membantu keluarganya di tengah kondisi yang sulit. Dengan ketekunan dan dedikasi, Ayub berharap dapat terus mendukung ekonomi keluarganya dan memenuhi kebutuhan sehari-hari.




