Perkuat Kemitraan, Indonesia dan Mongolia Rayakan 70 Tahun Hubungan Diplomatik
Sumber Foto: Liputan6.com
Internasional

Perkuat Kemitraan, Indonesia dan Mongolia Rayakan 70 Tahun Hubungan Diplomatik

Cakra Media - Ruang kolaborasi Indonesia dan Mongolia, menurut Wamenlu Tata, masih sangat luas.

Oleh Khairisa Ferida

Diterbitkan 27 Februari 2026, 13:58 WIB

Share

Copy Link

Batalkan

Perbesar

Liputan6.com, Jakarta - Dalam momentum peringatan 70 tahun hubungan diplomatik Republik Indonesia (RI) dan Mongolia, kedua negara menyelenggarakan Pertemuan Konsultasi Politik di Kementerian Luar Negeri RI, Jakarta, pada Kamis (26/2/2026). Pertemuan ini menandai babak baru penguatan kemitraan bilateral yang semakin komprehensif dan terstruktur.

Pertemuan dipimpin bersama oleh Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) RI Arrmanatha C. Nasir (Tata) dan Wakil Menteri Luar Negeri Mongolia Amartuvshin Gombosuren. Dalam pertemuan tersebut, kedua wakil menteri bertukar pandangan mengenai perkembangan hubungan bilateral yang menunjukkan tren positif serta menjajaki potensi ekspansi kerja sama di berbagai sektor.

BACA JUGA: Prabowo Singgung Sistem Ekonomi Indonesia, Bandingkan dengan Jepang dan AS

Sejumlah bidang strategis yang menjadi fokus pembahasan meliputi ekonomi, pertahanan, pertanian, pendidikan, kesehatan, hubungan antarmasyarakat, pariwisata, serta ilmu pengetahuan dan teknologi.

Advertisement

"Potensi kerja sama Indonesia dan Mongolia masih sangat luas. Peningkatan engagement pelaku usaha menjadi kunci, antara lain melalui Nota Kesepahaman (MoU) antar-kamar dagang sebagai jembatan memperluas perdagangan, investasi, dan kemitraan bisnis," ujar Wamenlu Tata seperti dikutip dari pernyataan tertulis Kementerian Luar Negeri RI, Jumat (27/2).

Di sektor pertanian, Indonesia dinilai memiliki kapasitas untuk mendukung peningkatan sumber daya manusia melalui program pelatihan pengembangan pertanian berkelanjutan. Sementara itu, di bidang pendidikan, kerja sama diperkuat melalui berbagai program beasiswa Indonesia, termasuk The Indonesian Aid Scholarship (TIAS), Beasiswa Seni dan Budaya Indonesia (BSBI), pelatihan peningkatan kapasitas bagi diplomat Mongolia, serta program Kemitraan Negara Berkembang.

Kedua negara juga membahas perkembangan situasi geopolitik global serta upaya meningkatkan kolaborasi dalam forum regional dan multilateral. Sebagai langkah konkret untuk memperkuat dialog kebijakan luar negeri, Indonesia dan Mongolia akan menjajaki pembentukan Policy Planning Dialogue antar-Kementerian Luar Negeri. Forum ini diharapkan dapat memperdalam koordinasi strategis dan pertukaran pandangan terkait dinamika kawasan Indo-Pasifik dan isu-isu global.

Pertemuan ini merupakan tindak lanjut dari penandatanganan MoU tentang Konsultasi Politik oleh menteri luar negeri kedua negara di Jakarta pada Mei 2025. Langkah tersebut menjadi fondasi penguatan arsitektur dialog bilateral yang lebih terstruktur dan berkelanjutan.

Hubungan bilateral Indonesia–Mongolia sendiri terus menunjukkan tren positif, khususnya di bidang perdagangan. Pada tahun 2025, total perdagangan kedua negara mencapai USD 56 juta, dengan nilai ekspor Indonesia sebesar USD 49,5 juta dan impor dari Mongolia sebesar USD 6,5 juta.

Hubungan kedua negara diperkuat pula dengan kehadiran satu-satunya Pusat Kebudayaan Mongolia di Asia Tenggara yang berlokasi di Tanjung Lesung, Banten.

Menutup pertemuan tersebut, Wamenlu Tata menyampaikan optimisme terhadap masa depan hubungan kedua negara.

"Indonesia bangga menjadi tuan rumah pertemuan strategis ini. Kami berharap kemitraan Indonesia dan Mongolia terus berkembang dalam kerangka kerja sama komprehensif yang lebih erat, responsif terhadap tantangan global, serta mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat kedua negara," imbuhnya.

Indonesia

Arrmanatha C. Nasir

mongolia

Advertisement

Khairisa FeridaTim Redaksi

Share

Copy Link

Batalkan