Beasiswa Erasmus Bawa Resty Armenia Raih Kesuksesan di Norwegia
Sumber Foto: Mojok.co
Internasional

Beasiswa Erasmus Bawa Resty Armenia Raih Kesuksesan di Norwegia

Cakra Media - Ilustrasi Rela Melepas Status WNI demi Hidup Sejahtera di Norwegia, Karier Melejit berkat Beasiswa Luar Negeri (Ega Fansuri/Mojok.co)

Sebagian orang percaya bahwa pandemi Covid-19 menjadi titik balik hidup mereka. Salah satunya Resty Armenia (35), Warga Negara Indonesia (WNI) yang memperoleh beasiswa gratis dari Erasmus Mundus Scholarship dan kini tinggal di Norwegia.

Bisa kuliah di 4 negara dengan beasiswa Erasmus

Resty Armenia mulai menginjakkan kakinya di Norwegia pada tahun 2020. Di masa pandemi Covid-19 itu, Resty akhirnya mendapat beasiswa yang selama ini ia impikan. Lewat program European Master in Social Work with Families and Children (MFAMILY) dari beasiswa Erasmus, Resty bisa kuliah di 4 negara dalam kurun waktu dua tahun.

“Aku juga hobi traveling ke luar negeri, terutama di UK untuk nonton klub bola Arsenal,” ujar Resty.

Namun, pandemi Covid-19 mengharuskannya untuk menetap di salah satu negara. Dari beberapa negara, ia lebih mantap tinggal di Norwegia sekaligus mendukung pengerjaan tesisnya yang fokus pada isu pendidikan anak.

“Sebelum dapat beasiswa, aku pernah tinggal di Belanda dan Korea. Dan menurutku paling bagus social welfare- nya itu ya di Norwegia,” ucap Resty saat dihubungi Mojok, Kamis (26/2/2026).

Menurut indeks Kehidupan Lebih Baik dari OECD, Norwegia juga memiliki tingkat kepuasan hidup yang sangat tinggi, mulai dari layanan publik berkualitas hingga masyarakat yang egaliter.

Sembari mengerjakan program magisternya dengan beasiswa Erasmus, Resty juga bekerja sebagai guru di Kota Stavanger. Awalnya, ia hanya menjadi guru pengganti untuk kelas 1-4 SD hingga menjadi guru tetap dengan gaji kotor sekitar Rp80 juta per bulan. Lengkap dengan tunjangan transportasi, pakaian kerja, hingga fasilitas sepeda.

Beasiswa Erasmus membawa saya ke Norwegia

Sebagai WNI, Resty mengaku gajinya di Norwegia lebih dari cukup, meski ia tak memungkiri jika biaya hidup di luar negeri seperti Norwegia memang terbilang besar. Hanya saja, kata Resty, semua itu tergantung dari gaya hidup.

“Dengan paspor WNI aku juga bisa kerja di Norwegia, menabung, investasi, dapat dana pensiun, jaminan sosial, bisa beli rumah dan mobil, dan lainnya,” ujar WNI asal Surabaya tersebut.

“Aku bisa nabung 30-40 persen dari gaji nett -ku, bukan gross. Jadinya aku bisa sering traveling dan lakukan hobi lain,” lanjutnya.

Awal pertama kali tinggal di Norwegia sebagai penerima beasiswa Erasmus, Resty mengaku masih menerapkan hidup frugal living karena ingin menabung sebanyak-banyaknya. Namun makin ke sini, hal itu tidak terlalu getol ia lakukan.

Sebab ia sadar, jika masyarakat di Norwegia lebih menghargai semua pekerjaan termasuk jasa guru. “Jadi kesenjangan sosialnya pun lebih kecil, karena gaji semua pekerjaan tidak terlalu besar bedanya,” jelas Resty.

Baca Halaman Selanjutnya

Karakter orang Norwegia yang bikin betah

Halaman 1 dari 2

1 2

Terakhir diperbarui pada 2 Maret 2026 oleh Aisyah Amira Wakang

Tags: beasiswa Erasmus beasiswa luar negeri Erasmus Erasmus Mundus norwegia Pindah Kewarganegaraan tinggal di luar negeri WNI

Aisyah Amira Wakang

Jurnalis Mojok.co asal Surabaya. Pernah menempuh pendidikan di S1 Ilmu Komunikasi Universitas Airlangga (Unair) Surabaya. Menaruh perhatian pada isu pendidikan, sosial, perkotaan, dan kelompok-kelompok marjinal. Di luar rutinitas liputan mengisi waktu dengan berlari dan menjelajah alam.

Artikel Terkait

Sosok

Nekat Daftar Beasiswa Luar Negeri ke Kampus “Kurang Terkenal”, Kini Bisa Keliling Eropa dengan Gaji yang Bikin Sumringah

8 Juni 2026

Sekolahan

Tolak Daftar LPDP untuk Kuliah di LN karena Beasiswa MEXT U to U di Jepang Lebih Menguntungkan, Tak Menuntut Kontribusi Balik

6 Mei 2026

Sosok

Kerja Mati-matian di Australia, Tabungan Sampai Setengah Miliar tapi Nggak Bisa Dinikmati dan Terpaksa Pulang usai Kena Mental

4 Mei 2026

Sosok

Sisi Gelap Kerja di Australia Tak Seindah Konten Medsos, Sadar bahwa Bahagia Tak Melulu soal Gaji Ratusan Juta

2 Mei 2026

Muat Lebih Banyak