Pengacara di Banjarmasin Berjualan Bakso untuk Menambah Penghasilan
Pengacara dan Usaha Sampingan
Di tengah tuntutan hidup yang semakin tinggi, Dandie Setiawan, seorang pengacara muda di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, memilih untuk berjualan bakso keliling sebagai usaha sampingan. Meski sudah menyandang gelar Sarjana Hukum sejak tahun 2010, Dandie tetap berkomitmen untuk menjalankan usaha yang ia mulai sejak di bangku kuliah.
Pengalaman Berjualan Sejak Kuliah
Dandie mengungkapkan bahwa bakso adalah sumber pendapatan pertamanya. "Saya jualan bakso ini sejak dulu, bahkan biaya kuliah saya pun berasal dari hasil jualan bakso," ungkapnya dalam sebuah wawancara.
Menghadapi Stigma
Meski berprofesi sebagai pengacara, Dandie tidak merasa malu untuk berjualan. "Yang penting kan halal. Buat apa malu?" ujarnya dengan nada percaya diri. Ia menjelaskan bahwa menjalani kedua profesi ini tidak membuatnya merasa risih, dan ia tetap menikmati setiap momen menjalani usaha bakso keliling.
Komitmen Sebagai Pengacara
Dalam menjalankan profesinya sebagai pengacara, Dandie siap membantu masyarakat yang membutuhkan bantuan hukum. "Saya tidak pernah meminta imbalan yang besar, cukup untuk transportasi dan konsumsi saja," tambahnya. Dandie menempuh pendidikan khusus profesi advokat dan berhasil mengikuti Sumpah Advokat di Pengadilan Tinggi Banjarmasin pada tahun 2022 setelah menjalani magang selama dua tahun.
Pendidikan dan Karier
Ia menyelesaikan Pendidikan Khusus Profesi Advokat (PKPA) dan Ujian Profesi Advokat (UPA) pada tahun 2019. Meskipun ditanya mengenai pendidikan dan organisasi advokat tempat ia bergabung, Dandie memilih untuk tidak membagikan informasi tersebut, tetapi tetap membuka diri bagi mereka yang membutuhkan bantuan hukum.
Kontak untuk Bantuan Hukum
Dandie Setiawan dapat dihubungi melalui nomor telepon yang ia sediakan untuk permohonan bantuan hukum. Ia menjamin akan tetap aktif selama baterainya tidak habis.




