NOC Indonesia Lobi QFA untuk Pastikan Keikutsertaan Timnas di Asian Games 2026
Cakra Media - Metapos.id, Jakarta – Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia (NOC Indonesia), Raja Sapta Oktohari, mengungkapkan bahwa pihaknya tengah membangun komunikasi strategis dengan Qatar Football Association (QFA) terkait peluang partisipasi tim sepak bola Indonesia dalam agenda olahraga internasional tahun 2026.
Okto menyampaikan, komunikasi tersebut dilakukan langsung dengan Ketua Sepak Bola Qatar, Jassim Al-Buenain, sebagai bagian dari langkah diplomasi olahraga untuk memperjuangkan keterlibatan Timnas Indonesia dalam ajang multievent tingkat Asia.
BACA JUGA
Super League 2026/27 Resmi Dimulai 4 September
Puasa Gelar Ronaldo Tamat! Al-Nassr Juara Setelah Hajar Damac
“Saya sudah berkomunikasi langsung dua hari lalu dengan Ketua Sepak Bola Qatar, Jassim Al-Buenain. Ia juga menilai bahwa ini merupakan hal yang patut diperjuangkan bersama,” kata Okto di Jakarta, Jumat (20/2/2026).
Pernyataan tersebut disampaikan Okto saat menghadiri pertemuan bersama Duta Besar Indonesia untuk Malaysia, Raden Dato’ Mohammad Iman Hascarya Kudumo, serta Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir, di Gedung Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), Jakarta.
Sebelumnya, skuad Garuda dikabarkan berpeluang tidak ambil bagian dalam Asian Games 2026 menyusul perubahan sistem kompetisi yang ditetapkan oleh Asian Football Confederation (AFC) dan Olympic Council of Asia (OCA).
Dalam regulasi tersebut, OCA hanya menetapkan 16 tim sebagai peserta cabang olahraga sepak bola putra, yang berasal dari negara-negara peserta Piala Asia U-23 2026.
Kebijakan ini menuai keberatan dari NOC Indonesia karena dinilai tidak melalui mekanisme kualifikasi terbuka sebagaimana praktik yang selama ini berlaku.
“Jika sepak bola ditentukan melalui sistem grading tanpa proses kualifikasi, itu bukan praktik yang lazim. Biasanya Asian Games memberi ruang partisipasi yang setara bagi semua negara,” tegas Okto.
Ia menambahkan, setiap perubahan kebijakan dalam penyelenggaraan agenda olahraga internasional harus disampaikan secara terbuka dan melalui mekanisme resmi demi menjaga prinsip transparansi, keadilan, dan akuntabilitas.
“Jika memang ada kendala teknis, termasuk soal kesiapan tuan rumah, itu bisa dibahas. Namun proses sosialisasinya harus jelas, terbuka, dan adil bagi semua pihak,” tutupnya.
Tags: Erik Tohir Indonesian Jassim Al-Buenain keikutsertaan Komunikasi Metapos.id NOC Olimpiade QFA Raja Sapta Odang sepak bola
Previous Post
Insiden Maut di Maluku, Polri Akui Kepercayaan Publik Terpukul
Next Post
Gempa 4,6 M Terjadi di Kabupaten Tangerang, Warga Tak Merasakan Getaran
Related Posts
Sport
Super League 2026/27 Resmi Dimulai 4 September
22 May 2026
Sport
Puasa Gelar Ronaldo Tamat! Al-Nassr Juara Setelah Hajar Damac
22 May 2026
Sport
AC Milan Kesulitan Jual Rafael Leao ke Klub Top Eropa
22 May 2026
Sport
Ginting Tundukkan Justin Hoh, Melaju ke 16 Besar Malaysia Masters 2026
20 May 2026
Sport
Persib Selangkah Lagi Cetak Sejarah Juara Liga Tiga Kali Beruntun
20 May 2026
Sport
Mohamed Salah Buka Peluang Gabung Fenerbahce Usai Tinggalkan Liverpool
20 May 2026




