Kerusakan Proyek Pengendalian Banjir di Pangkalpinang Menjadi Sorotan Publik
Sumber Foto: Mapikor-News.com
Cakra Liputan

Kerusakan Proyek Pengendalian Banjir di Pangkalpinang Menjadi Sorotan Publik

Pangkalpinang – Proyek pembangunan pengendalian banjir di Kota Pangkalpinang yang dikerjakan oleh PT Bangka Cakra Karya saat ini tengah menjadi perhatian publik. Meskipun proyek ini baru berusia satu tahun dan masih dalam masa pemeliharaan, sejumlah kerusakan signifikan telah ditemukan oleh masyarakat setempat.

Kerusakan yang paling mencolok adalah keretakan pada dinding beton kolong PDAM Pendindang serta tumpukan material yang berserakan di area proyek. Warga sekitar mengungkapkan kekhawatiran mereka terkait kondisi infrastruktur yang seharusnya dapat mengatasi permasalahan banjir di kota tersebut.

Detail Proyek

Proyek ini bertujuan untuk mengendalikan banjir di Kota Pangkalpinang dengan nomor kontrak HK.02.03/01/KONS/BWS23.8.4/2023 yang ditandatangani pada 17 Maret 2023, dengan total pagu anggaran sebesar Rp 38,4 miliar. Proyek ini berada di bawah naungan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), melalui Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, Balai Wilayah Sungai Bangka Belitung, sementara PT Bhawana Prasasta KSO PT. Sri Agung Jaya bertindak sebagai konsultan supervisi.

Keluhan Masyarakat

Salah satu warga Parit Lalang, Arpan, menyatakan, "Kami sering memancing di kolong ini, banyak terlihat dinding beton sisi kolong sudah retak dan rusak. Selain itu, sisi kolong yang ditembok dengan tanah puru sudah mengalami penurunan. Jika hujan, airnya melubangi sisi beton bangunan kolong PDAM Pendindang."

Warga lainnya, Iwan, juga menyampaikan kekhawatirannya dan meminta instansi terkait untuk segera memperbaiki kerusakan yang ada. "Kami meminta kepada Kementerian PUPR dan pihak terkait untuk segera memerintahkan kontraktor memperbaiki kerusakan serta melakukan pemadatan akses jalan yang belum diaspal agar tidak roboh nantinya," ujarnya.

Kekhawatiran Menjelang Musim Hujan

Kerusakan ini menjadi semakin mengkhawatirkan saat memasuki musim hujan, di mana genangan air pada akses jalan yang berlubang dan tidak rata semakin memperburuk kondisi. Hal ini menimbulkan dugaan bahwa volume pekerjaan yang seharusnya dikerjakan oleh kontraktor pelaksana belum sepenuhnya sesuai dengan spesifikasi teknis yang tertera dalam Rencana Anggaran Biaya (RAB).

Kerusakan pada dinding beton dan akses jalan yang tidak merata tidak hanya berpotensi mengancam ketahanan struktur bangunan, tetapi juga mengganggu mobilitas warga sekitar. Kondisi ini dapat meningkatkan risiko kecelakaan dan kerusakan lebih lanjut pada infrastruktur.

Langkah Selanjutnya

Pihak media masih berupaya menghubungi Kementerian PUPR dan PT Bangka Cakra Karya untuk mendapatkan tanggapan resmi terkait laporan kerusakan tersebut. Sampai saat ini, belum ada pernyataan resmi yang diterima.

Kejadian ini menyoroti pentingnya pengawasan dan penegakan standar kualitas dalam proyek infrastruktur publik. Kegagalan dalam memenuhi spesifikasi teknis yang telah ditetapkan dapat merugikan masyarakat dan berpotensi mengancam keselamatan mereka.

Masyarakat Pangkalpinang berharap pemerintah dan instansi terkait segera mengambil tindakan untuk menangani masalah ini. Perbaikan yang cepat dan tepat diharapkan dapat mencegah kerusakan lebih lanjut serta mengembalikan fungsi optimal dari proyek pengendalian banjir.

Kerjasama yang baik antara kontraktor, konsultan supervisi, dan pemerintah sangat dibutuhkan untuk memastikan infrastruktur yang dibangun dengan dana publik benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat. Proyek ini seharusnya menjadi solusi atas masalah banjir yang sering mengganggu aktivitas warga, namun dengan adanya kerusakan yang terjadi, pengawasan dan pemeliharaan yang ketat menjadi sangat penting.

Warga setempat berhak mendapatkan infrastruktur yang aman dan berkualitas, dan harapan tersebut kini terletak di tangan pihak-pihak yang bertanggung jawab atas proyek ini. Pemerintah perlu mempertimbangkan audit independen untuk memastikan semua standar dan spesifikasi telah dipenuhi dan untuk mengidentifikasi area yang membutuhkan perbaikan segera.

Dengan langkah-langkah tersebut, diharapkan proyek pengendalian banjir di Kota Pangkalpinang dapat memberikan manfaat maksimal bagi seluruh warga dan mencegah banjir yang merupakan masalah kronis di wilayah ini.