Dampak Serangan Militer AS dan Israel: Kematian Pemimpin Iran dan Reaksi Global
Cakra Media - Anggota Jurnalis - Publisher
Senin, 2 Maret 2026 - 21:22 WIB
Morteza Nikoubazl—NurPhoto via Getty Images
A A A
Israel dan Amerika Serikat melakukan serangan militer terhadap Iran pada Sabtu, 28 Februari 2026 waktu setempat. Dampak dari serangan tersebut mengakibatkan sedikitnya 200 orang meninggal dunia menurut Otoritas Iran.
Di antara korban yang tewas terdapat Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, serta sejumlah pejabat tinggi lain, termasuk penasihat politik senior Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Shamkhani, Menteri Pertahanan, Aziz Nasirzadeh, dan Panglima Tertinggi Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), Mohammad Pakpour.
Serangan tersebut juga berdampak terhadap masyarakat sipil, salah satunya sekolah dasar putri yang terletak di kota Minab, terletak di provinsi Iran bagian selatan. Menurut pejabat resmi Iran setidaknya lebih dari 100 anak-anak tewas.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Respon Pemimpin Dunia
Amerika Serikat
Melalui akun media sosial, TruthSocial, Trump menuliskan “Khamenei, salah satu orang paling jahat dalam sejarah telah tewas.” Trump menambahkan “kematian Ali Khamenei merupakan keadilan bagi seluruh rakyat Iran.”
Israel
Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, memberikan apresiasi kepada Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, atas kepemimpinan dan tekadnya. “Keadilan telah ditegakkan dan poros kejahatan telah menerima pukulan telak,” kata Katz melalui akun resmi X.
Kanada
Perdana Menteri Kanada, Mark Carney, mendukung langkah Amerika Serikat untuk menghentikan Iran mempunyai senjata nuklir dan untuk mencegah pemerintahan Iran agar tidak semakin mengancam perdamaian dunia. “Sikap Kanada tetap jelas: Republik Islam Iran adalah sumber utama ketidakstabilan dan teror di seluruh timur tengah, memiliki salah satu catatan buruk hak asasi manusia di dunia dan tidak boleh diizinkan memperoleh atau mengembangkan senjata nuklir.”
BACA JUGA : Polres Gowa Laksanakan Simulasi Sispam Mako untuk Antisipasi Gangguan Kamtibmas
Inggris
Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer, Inggris tidak ikut campur dalam serangan terhadap Iran. Melalui video di akun resmi media sosial X, dia mengatakan “Kami percaya bahwa jalan terbaik ke depan bagi kawasan dan bagi dunia adalah sebuah penyelesaian melalui negosiasi, di mana Iran setuju untuk menyerahkan atau menghentikan semua aspirasi untuk mengembangkan senjata nuklir.”
Rusia
Presiden Rusia, Vladimir Putin, menyampaikan rasa bela sungkawa terhadap kematian Ali Khamenei. Putin mengatakan “Pembunuhan yang dilakukan dengan sengaja melanggar semua norma moralitas manusia dan hukum internasional.”
Tiongkok
Beijing meminta untuk segera menghentikan serangan militer. Melalui Pernyataan resmi di media sosial X, Kementerian Luar Negeri Tiongkok menyatakan “Serangan dan pembunuhan terhadap Pemimpin Tertinggi Iran merupakan pelanggaran berat terhadap kedaulatan dan keamanan Iran. Hal ini menginjak-injak tujuan dan prinsip Piagam PBB serta norma-norma dasar dalam hubungan internasional. Tiongkok dengan tegas menentang dan mengutuk keras tindakan tersebut.”
Turki
Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, menyatakan kesedihannya atas meninggalnya Ali Khamenei sebagai hasil dari serangan yang dilakukan kemarin.
Spanyol
Perdana Menteri Spanyol, Pedro Sanchez, melalui akun media sosial X mengatakan “Saya sekali lagi meminta untuk segera melakukan de-eskalasi, penghormatan terhadap hukum internasional, dan segera melanjutkan dialog.”
BACA JUGA : Pelaksanaan Kurban Idul adha 1447 H di Teluk Bayur Berjalan Khidmat, Warga Antusias Gotong Royong.
Uni Eropa
Dewan Uni Eropa meminta para pihak yang berkonflik untuk tetap patuh pada hukum Internasional, termasuk Piagam United Nations. Melalui pernyataan resmi, Dewan Uni Eropa juga menyatakan “Peristiwa yang sedang berlangsung di Iran tidak boleh menyebabkan eskalasi yang dapat mengancam Timur Tengah, Eropa, dan wilayah lain, dengan konsekuensi yang tidak terduga, termasuk bidang ekonomi. Gangguan terhadap jalur perairan penting seperti Selat Hormuz harus dihindari.”
Perserikatan Bangsa-Bangsa
Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa, Antonio Guterres, meminta seluruh negara anggota untuk mematuhi hukum internasional. Melalui pernyataan resminya di media sosial X, dia mengatakan “Saya mengutuk eskalasi militer hari ini di Timur Tengah. Penggunaan kekuatan oleh Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran, serta tindakan balasan Iran di seluruh kawasan, merusak perdamaian dan keamanan internasional.”
Indonesia
Melalui pernyataan Kementerian Luar Negeri, Presiden Indonesia, Prabowo Subianto, siap memfasilitasi dialog apabila disetujui kedua belah pihak, Prabowo siap bertolak ke Teheran untuk melakukan mediasi.
Perayaan dan Kesedihan
Berbagai reaksi pro dan kontra menanggapi kematian Ali Khamenei. Beberapa jam setelah berita wafatnya Pemimpin Tertinggi Iran tersebut, sebagian masyarakat merayakannya. Menurut CNN salah satu penduduk di Teheran, Iran, mengatakan “masyarakat senang Khamenei telah meninggal.” Selain masyarakat di Iran, melalui beberapa video yang tersebar di sosial media, diaspora Iran di berbagai negara merayakan kematian Ali Khamenei dengan sukacita. Putra mahkota Shah terakhir Iran, Reza Pahlavi, mengapresiasi upaya yang dilakukan Amerika terhadap Iran, melalui akun sosial media X, Pahlevi mengatakan “Menyerahlah kepada rakyat Iran. Nyatakan kesetiaanmu kepada programku dan sistem transisi dan serahkan kekuasaan tanpa pertumpahan darah lebih lanjut.”
BACA JUGA : Warga Desa Lubuk Birah Bongkar Dugaan PETI Ilegal, Nama Kades dan Ketua TPK Disorot
Tetapi sebagian besar masyarakat Iran bereaksi sedih dan marah terhadap konflik yang terjadi, khususnya karena kematian Ali Khamenei dan kematian anak-anak di sekolah akibat serangan militer. Melansir NewSky, Fatemah Esmaeilkah, penduduk Teheran, mengatakan “Kamu telah menjadikan Imam umat kami syahid…kami akan membuat kalian berduka. Kami akan menghapus kalian dari muka bumi. Kalian kira kami sedang berkabung dan berlutut?ya, kami memang berkabung, tetapi kami belum tumbang. Dengarkan ini, kami akan mengajarkan kepada seluruh dunia kesalahan besar yang telah kalian buat.”
Sampai berita ini ditulis, konflik antara Israel-Amerika terhadap Iran masih berlanjut. Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Ali Larijani, mengatakan melalui sosial medianya X “Kami tidak akan bernegosiasi dengan Amerika Serikat.” Iran saat ini masih dalam masa berkabung selama 40 hari setelah mengonfirmasi kematian Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei.
Penulis : Keitaro Alfarizi
Sumber Berita: Consilium Europa, CNN, Sky News, X, Truth Social
Berita Terkait
Santunan 28 Anak Yatim Piatu Warnai Peringatan 10 Muharram di Desa Tambang Baru
Keadilan Tak Boleh Jauh, Bapelkum Bitung Perkuat Posbankum Desa
Polres Maros Gelar Dzikir dan Doa Bersama Sambut Hari Bhayangkara Ke-80
Wakil Bupati Majene Pimpin Rakor Teknis Penyelarasan Program Prioritas Nasional dan Daerah Tahun 2027
Warkop Anggota DPR RI di Pettarani Tak Aman, Helm Wartawan Hilang Digondol Maling
Polda Sulsel Gelar Ziarah Rombongan, Teguhkan Semangat Pengabdian di Hari Bhayangkara Ke-80
Posbankum Jadi Jembatan Keadilan, Bapelkum dan BNN Ajak Warga Lawan Narkoba
Aliansi Lingkungan Soroti Rencana PT Conch di Barru
Berita ini 133 kali dibaca
Tag : Amerika Serikat iran Israel
Reaksi Global terhadap serangan Amerika-Israel terhadap Iran
Berita Terbaru
Hukum
Keluhan Warga Soal Dugaan Antrean Solar di Barru
Berita Utama
Santunan 28 Anak Yatim Piatu Warnai Peringatan 10 Muharram di Desa Tambang Baru
Nasional
Polres Barsel Bedah Rumah Warga Keladan
Berita Utama
Keadilan Tak Boleh Jauh, Bapelkum Bitung Perkuat Posbankum Desa
Nasional
Perkuat Deteksi Dini Gangguan Kamtib, Lapas Bangko Gelar Razia Rutin Blok Hunian Warga Binaan
Nasional
Polres Barsel Ziarah ke TMP Abdi Kencana: Komitmen Lanjutkan Pengabdian Pahlawan




