Peringatan Hujan Lebat dan Risiko Tanah Longsor di Jepang Barat
Cakra Media - Badan Meteorologi Jepang (JMA) mengatakan bahwa awan hujan lebat telah terbentuk di atas Prefektur Kumamoto, Jepang barat daya.
Hingga pukul 17.20, Peringatan Darurat Level 4 untuk hujan lebat berlaku untuk beberapa wilayah di Prefektur Nagasaki, yaitu peringatan tertinggi kedua pada skala JMA. Peringatan ini menyatakan bahwa risiko tanah longsor sangat tinggi, dan masyarakat harus evakuasi dari daerah yang berbahaya. Dikatakan pula bahwa risiko banjir dan sungai-sungai kecil meluap meningkat dengan cepat karena curah hujan yang sangat besar.
JMA menyatakan bahwa fron musiman yang dipicu oleh udara hangat dan lembap dari Topan Maysak membawa awan hujan yang sedang berkembang ke Kyushu utara dan Shikoku. Topan tersebut saat ini berada di atas daratan Cina.
Selama satu jam hingga tengah hari pada Minggu (05/07/2026), tercatat curah hujan 57 milimeter di Kota Yatsushiro, Prefektur Kumamoto, dan 32 milimeter di Kota Nakatosa, Prefektur Kochi.
Fron musiman tidak akan bergerak sepanjang malam dan diperkirakan akan membawa hujan lebat terutama ke Jepang barat. Kyushu utara kemungkinan akan mengalami hujan deras yang terjadi secara berkala.
Sebagian wilayah Kyushu utara diperkirakan akan mendapat curah hujan hingga 180 milimeter selama 24 jam hingga Senin (06/07/2026) siang.
Para pejabat mendesak warga agar tetap waspada terhadap banjir di daerah dataran rendah, luapan sungai dan tanah longsor, serta sambaran petir, tornado, dan embusan angin kencang mendadak.
Sementara itu, Topan Bavi yang dahsyat di perairan yang jauh di selatan Jepang sedang bergerak ke arah barat melintasi samudra.
Arah pergerakan topan selanjutnya masih belum pasti, tetapi pihak berwenang mengatakan wilayah Okinawa dan Amami mungkin akan mulai mengalami gelombang tinggi sekitar Rabu (08/07/2026).




