Upaya Bersama Menuju Konsumsi Ramah Lingkungan di Vietnam
Cakra Media - Ibu Nguyen Thi Huyen, seorang warga Hanoi, mengubah kebiasaan belanjanya dengan menggunakan keranjang belanja dari rumah dan menghindari kantong plastik, sebagai bagian dari upaya untuk mengurangi sampah plastik. Kebiasaan ini dipicu oleh kampanye pemerintah dan praktik di supermarket yang mendorong penggunaan tas belanja yang dapat digunakan kembali.
Awal Kejadian
Kebiasaan Ibu Huyen dimulai setelah menyaksikan dorongan dari kasir di supermarket untuk menggunakan tas belanja ramah lingkungan. Dia percaya bahwa tindakan kecil ini dapat membantu mengurangi jumlah sampah yang dihasilkan.
Perkembangan
Dr. Le Viet Lien dari Institut Penelitian Budaya menjelaskan bahwa konsumsi hijau merupakan bagian dari konsumsi berkelanjutan yang melibatkan penggunaan produk ramah lingkungan yang tidak membahayakan kesehatan manusia. Di Vietnam, konsep ini semakin dikenal dengan adanya program dan dokumen hukum yang mendukung gaya hidup ramah lingkungan. Menurut Strategi Nasional Pertumbuhan Hijau 2021-2030, konsumsi hijau menjadi fokus dalam restrukturisasi ekonomi untuk mencapai tujuan keberlanjutan.
Sebuah survei oleh PwC Vietnam menunjukkan bahwa konsumen semakin selektif dalam memilih makanan, dengan 74% responden menunjukkan kekhawatiran terhadap makanan ultra-olahan dan pestisida. Namun, tekanan pengeluaran tetap menjadi faktor utama, dengan 47% responden menganggap harga sebagai prioritas saat berbelanja.
Perubahan ini mengharuskan dunia usaha berinvestasi dalam inovasi untuk memenuhi permintaan konsumen. Banyak supermarket telah melakukan langkah-langkah untuk mengurangi penggunaan plastik, seperti menggunakan kemasan ramah lingkungan dan mengajak pelanggan untuk membawa tas belanja sendiri. Namun, tantangan terkait biaya dan akses terhadap teknologi masih menjadi penghalang, terutama bagi usaha kecil dan menengah.
Kondisi Terakhir
Direktur Hiep Hanh Limited Company, Bapak Tran Van Hiep, menyatakan bahwa tren konsumsi hijau mempengaruhi keputusan bisnis dalam pemilihan pemasok dan kemasan. Meskipun ada kemajuan, tantangan tetap ada, terutama terkait biaya kemasan ramah lingkungan yang lebih tinggi. Kebijakan dukungan, seperti insentif pajak untuk produk ramah lingkungan, dianggap perlu untuk mendorong pertumbuhan di sektor ini. Agar konsumsi hijau dapat meluas, diperlukan aksesibilitas yang lebih baik dan transparansi dalam produk yang diiklankan sebagai ramah lingkungan.




