Tren Perjalanan 2026: Fokus pada Pengalaman Personal dan Kesehatan
Sumber Foto: Vietnam.vn
Lifestyle

Tren Perjalanan 2026: Fokus pada Pengalaman Personal dan Kesehatan

Memasuki tahun 2026, industri pariwisata global diproyeksikan akan melanjutkan transformasi signifikannya, dengan fokus pada perjalanan yang mendalam dan sangat personal. Para pelancong semakin mencari perjalanan dengan tempo lebih lambat yang memungkinkan mereka untuk benar-benar menyelami destinasi daripada sekadar melakukan aktivitas wisata biasa.

1. Glowcation - Liburan kecantikan dan kesehatan.

"Glowcation" adalah kombinasi antara pariwisata, kecantikan, dan teknologi perawatan kesehatan. Alih-alih sekadar bersantai, para pelancong – terutama Generasi Z – ingin kembali dengan penampilan awet muda dan semangat yang sepenuhnya diremajakan melalui perawatan kelas atas.

Tren ini mencakup penggunaan kecerdasan buatan untuk analisis kulit, pengujian DNA, atau pengalaman terapi tradisional seperti Ayurveda di India. Hotel-hotel modern juga mulai mengadopsi sistem pencahayaan yang diatur oleh ritme sirkadian dan menawarkan menu berbasis tumbuhan untuk memaksimalkan kesejahteraan tamu.

2. Wisata sastra melalui lensa BookTok

Pengaruh media sosial, khususnya BookTok, mendorong para pelancong untuk mencari tempat-tempat nyata yang menginspirasi karya favorit mereka. Destinasi seperti Stratford-upon-Avon (Inggris) – tempat kelahiran Shakespeare, atau rumah Ernest Hemingway di Key West (AS) menjadi tujuan populer bagi para pembaca.

Selain itu, tur yang mengikuti jejak tokoh-tokoh seperti Harry Potter di London atau Baker Street milik Sherlock Holmes juga mengalami pertumbuhan jumlah pengunjung yang signifikan.

3. Nikmati liburan sepanjang tahun di Pegunungan Alpen.

Di tengah cuaca panas ekstrem di Eropa Selatan, liburan di Pegunungan Alpen menjadi alternatif yang ideal. Statistik menunjukkan bahwa pemesanan hotel dengan pemandangan gunung telah meningkat sebesar 103% dibandingkan tahun sebelumnya. Wisatawan berbondong-bondong ke Kitzbühel (Austria) atau Zermatt (Swiss) tidak hanya untuk bermain ski tetapi juga untuk menikmati ketenangan dan iklim sejuk di musim panas.

4. Gami Vacation - Saat game menjadi nyata.

Pariwisata bertema gim (liburan gim) diperkirakan akan booming karena para gamer bersedia mengunjungi lokasi-lokasi yang ditampilkan dalam gim. Tempat-tempat seperti Jotunheimen (Norwegia) dari God of War atau Pulau Tsushima (Jepang) menjadi destinasi nyata bagi para penggemar permainan peran.

5. Penerapan Kecerdasan Buatan (AI) dalam Perencanaan

AI mengubah cara wisatawan mencari informasi dan memesan layanan. Sekitar 50% wisatawan kini menggunakan teknologi ini untuk merencanakan perjalanan berdasarkan preferensi pribadi, membandingkan harga, dan mengatasi kendala bahasa, sehingga perjalanan mereka menjadi lebih lancar.

6. Perjalanan lintas generasi

Perjalanan lintas generasi (kakek-nenek, orang tua, dan anak-anak) semakin populer karena kebutuhan akan ikatan keluarga. Destinasi dengan beragam aktivitas yang cocok untuk semua usia, seperti Dubai, Kosta Rika, dan California, menjadi pilihan utama bagi kelompok keluarga besar.

7. Daya tarik wisata lokasi syuting film

Ledakan layanan streaming telah memicu keinginan di kalangan wisatawan untuk mengunjungi lokasi syuting film-film populer. Dari Hawaii (The White Lotus), Dubrovnik (Game of Thrones) hingga Paris (Emily in Paris), lokasi syuting film ini memainkan peran penting dalam menarik wisatawan internasional.

Secara keseluruhan, tahun 2026 akan menyaksikan pergeseran dari pariwisata massal ke pengalaman yang lebih mendalam dan kaya secara emosional, di mana setiap perjalanan menawarkan nilai dan makna regeneratif yang unik bagi para pelancong.