Tren Penggunaan Kembali dan Perlindungan Lingkungan di Industri Mode
Sumber Foto: Vietnam.vn
Lifestyle

Tren Penggunaan Kembali dan Perlindungan Lingkungan di Industri Mode

Cakra Media - Pasar pakaian bekas telah berkembang pesat dan mulai meraih pangsa pasar yang signifikan, dengan proyeksi pertumbuhan empat kali lebih cepat dibandingkan seluruh industri ritel pakaian di AS pada tahun 2025. Data dari platform penjualan kembali ThredUp menunjukkan bahwa pasar penjualan kembali fesyen global diperkirakan akan mencapai $393 miliar pada tahun 2030, mencakup sekitar 10% dari total pengeluaran pakaian global.

Awal Kejadian

Survei terhadap 50 merek fesyen dan lebih dari 3.200 konsumen menunjukkan bahwa pasar barang bekas global diperkirakan akan tumbuh dua kali lipat dari industri fesyen dalam lima tahun ke depan. Generasi Z dan Milenial diperkirakan akan menyumbang sekitar 71% dari total pertumbuhan pasar pada tahun 2030.

Perkembangan

Seiring dengan pertumbuhan ini, merek-merek fesyen mulai mengadopsi praktik berkelanjutan, termasuk mendaur ulang dan menciptakan produk fesyen yang ramah lingkungan. Merek Kent, misalnya, telah memproduksi pakaian bersertifikasi biodegradable yang terurai dalam waktu 90 hari, menggunakan kapas pima organik bersertifikasi GOTS yang membutuhkan 87% lebih sedikit air dibandingkan kapas biasa dan mengurangi emisi sebesar 45%.

Irene Maffini, Direktur Kreatif DyeRecycle, menekankan bahwa teknologi fesyen berkelanjutan siap memenuhi tuntutan saat ini, dengan inovasi seperti payet yang dapat terurai secara hayati. Kolaborasi antara Sequinova dan Stella McCartney untuk koleksi Musim Semi/Panas 2027 menjadi contoh nyata dari tren ini.

Kondisi Terakhir

Catharina Martinez-Pardo, CEO dan mitra BCG, menyerukan perlunya mengubah sirkularitas industri tekstil menjadi standar. Banyak merek, termasuk Nike, Adidas, dan Puma, berfokus pada penggunaan material daur ulang dan desain siklus tertutup, sementara Patagonia melalui Worn Wear memperbaiki dan menjual kembali barang-barang yang dikembalikan. James Reinhart, CEO ThredUp, menambahkan bahwa pasar fesyen bekas semakin merebut pangsa pasar, dan masa depan pasar ini akan dipengaruhi oleh kemampuan bisnis dalam memanfaatkan AI untuk menghubungkan inventaris dengan konsumen.