Tradisi Mandi Belimau Kembali Hidup di Siak Menyambut Ramadan
Beritariau,com, Siak – Tradisi Petang Megang atau Mandi Belimau kembali digelar meriah di Lapangan Siak Bermadah, tepat di depan Istana Siak, Rabu (18/2/2026). Meski di tengah keterbatasan anggaran, Pemerintah Kabupaten Siak Sri Indrapura sukses menghidupkan kembali tradisi lama masyarakat Melayu yang sempat lama tak digelar di pusat kota.
Kegiatan yang dipimpin langsung Bupati Siak, Dr. Afni Zulkifli, M.Si, ini dihadiri Wakil Bupati, Sekda, pimpinan LAMR Siak, tokoh masyarakat, pelajar, serta ratusan warga yang memadati tepian Sungai Siak. Nuansa Melayu begitu kental terasa dengan iringan kompang dan prosesi mandi air limau yang menjadi simbol penyucian diri menyambut Ramadan.
“Kita memang sedang dalam kondisi anggaran terbatas, tapi tradisi tidak boleh hilang. Ini bagian dari akar budaya yang harus terus diwariskan kepada generasi muda,” ujar Afni.
Sebagai simbol dimulainya tradisi, sekitar 10 anak dimandikan air limau. Suasana semakin semarak ketika Bupati dan Wakil Bupati berbaur bersama masyarakat dalam prosesi mandi bersama yang penuh kegembiraan.
Menurut Afni, tradisi mandi balimau sebelumnya telah dilaksanakan di sejumlah wilayah seperti Buantan, Koto Gasib, dan Tualang. Namun di Kota Siak sendiri belum pernah digelar secara resmi. Karena itu, kegiatan ini menjadi yang pertama dan direncanakan akan menjadi agenda tahunan menjelang Ramadan.
Sebelum prosesi mandi balimau, rombongan pemerintah daerah bersama tokoh masyarakat juga melakukan ziarah ke makam Sultan Syarif Kasim II sebagai bentuk penghormatan terhadap sejarah dan warisan Kesultanan Siak.
Penyelenggaraan kegiatan ini didukung Dewan Kesenian Siak dan mendapat apresiasi luas dari masyarakat. Banyak yang menilai kegiatan tersebut bukan sekadar seremoni, tetapi bukti nyata komitmen menjadikan Siak sebagai pusat kebudayaan Melayu yang hidup dan berkelanjutan. (*)




