Istana untuk Anak Sekolah: Ruang Publik untuk Pendidikan
Cakra Media - Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto mengubah Istana Kepresidenan dari simbol kekuasaan menjadi ruang belajar bagi anak-anak, melalui program "Istana untuk Anak Sekolah".
Awal Kejadian
Program ini diluncurkan pada 7 April 2026, dengan tujuan mendekatkan generasi muda kepada pemerintahan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyatakan bahwa program ini merupakan instruksi langsung dari Presiden Prabowo untuk membuka pintu Istana bagi anak-anak.
Perkembangan
Kelompok pertama yang berpartisipasi adalah siswa SMKN 19 Jakarta, yang diajak berkeliling Istana Merdeka dan Istana Negara. Mereka tidak hanya melihat bangunan bersejarah, tetapi juga berdiskusi mengenai kebijakan publik dan masa depan mereka. Teddy berharap pengalaman tersebut dapat menumbuhkan rasa memiliki terhadap bangsa dan cita-cita untuk terlibat dalam pembangunan Indonesia. Pada 16 Juli 2026, program ini melibatkan 164 siswa penyandang disabilitas dari Institusi Disabilitas Indonesia (INDISI), menegaskan akses terbuka bagi seluruh anak Indonesia.
Kondisi Terakhir
Koordinator Nasional Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G), Satriwan Salim, menilai program ini memberikan pengalaman belajar yang tidak dapat diperoleh siswa dari buku pelajaran. Ia menekankan pentingnya keterbukaan Istana untuk membangun hubungan antara pemerintah dan rakyat. Meskipun demikian, ia mengingatkan agar program ini tidak sekadar seremonial, melainkan menjadi sarana untuk menanamkan nilai-nilai demokrasi dan tata kelola pemerintah yang baik. Evaluasi dampak pembelajaran juga perlu diperkuat untuk mengukur peningkatan pengetahuan dan sikap kewarganegaraan siswa.




