Tingkat Tabungan Masyarakat Kelas Menengah dan Bawah Melemah Jelang Ramadan 2025
Sumber Foto: kontan.co.id
Lifestyle

Tingkat Tabungan Masyarakat Kelas Menengah dan Bawah Melemah Jelang Ramadan 2025

Cakra Media - KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Upaya menjaga daya beli masyarakat menjadi krusial saat momentum Ramadan dan Idulfitri 2025. Hal ini agar konsumsi di kuartal I 2025 dapat tumbuh maksimal.

Data terbaru Office of Chief Economist Bank Mandiri menunjukkan, tingkat tabungan masyarakat pada pertengahan Februari 2025 khususnya kelompok menengah dan bawah, masih berada dalam tren melemah meskipun mulai meningkat dibandingkan posisi Januari 2025.

“Perlu upaya menjaga daya beli dalam menghadapi Ramadan-Idulfitri 2025. Kami mengamati, meskipun meningkat dibanding Januari 2025, tingkat tabungan kelompok bawah per pertengahan Februari 2025 masih dalam tren melemah,” mengutip laporan Daily Economic and Market Bank Mandiri, dikutip Rabu (25/2/2026).

Secara umum, tingkat tabungan semua kelompok lebih rendah dibanding periode yang sama tahun lalu, di mana tingkat tabungan kelompok menengah merupakan yang terendah sejak Oktober 2022 (29 bulan lalu).

Untuk itu, Office of Chief Economist Bank Mandiri menilai hal penting saat ini adalah menjaga daya beli masyarakat, terutama kelompok menengah dan bawah, di antaranya dengan menjaga kestabilan harga-harga dan meningkatkan ketersediaan lapangan kerja.

“Dengan demikian, momentum Ramadan – libur Idulfitri diharapkan dapat menjadi penyokong konsumsi rumah tangga di kuartal I 2026,” tulis laporan tersebut.

Adapun belanja masyarakat tercatat meningkat menjelang Ramadan 2025. Berdasarkan data Mandiri Spending Index (MSI) per pertengahan Februari 2025, belanja masyarakat kembali meningkat, atau naik 2,3% dibanding akhir Januari 2025.

Sebelumnya, belanja mengalami normalisasi dari puncak belanja di akhir 2024 ke awal 2025. Normalisasi belanja di awal 2025 ini ditandai dengan penurunan belanja sebesar 6,8% dari puncak belanja akhir tahun, lebih rendah dari penurunan di periode normalisasi awal 2024 yang turun hingga 14,5%.