Tiket.com Catat Kenaikan 29% Pemesanan Akomodasi Umrah Mandiri
Tren perjalanan ke Arab Saudi sepanjang tahun 2025 menunjukkan dinamika baru. Platform online travel agent (OTA) tiket.com, mencatat pertumbuhan pemesanan akomodasi di Arab Saudi sebesar 29% secara tahunan dibandingkan periode umrah 2024.
Angka ini mencerminkan perubahan perilaku jamaah yang kini lebih aktif menentukan pilihan menginap berdasarkan lokasi, kenyamanan, dan anggaran. Cisyelya Bunyamin, SVP of Accommodation tiket.com menjelaskan kenaikan tersebut tidak terlepas dari ekosistem layanan umrah yang kian terdigitalisasi.
Pemerintah Arab Saudi menyediakan platform resmi Nusuk untuk pengurusan visa dan pemesanan layanan ibadah, sementara di Indonesia hadir penguatan regulasi melalui Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2025 yang menata keberangkatan jamaah agar lebih tertib dan terlindungi. Kombinasi infrastruktur digital dan kepastian hukum ini mendorong model perencanaan perjalanan umrah yang lebih mandiri.
“Kami melihat semakin banyak masyarakat yang ingin punya kendali lebih dalam merencanakan perjalanan ibadah mereka sendiri. Sebagai OTA yang customer-centric, tiket.com ingin hadir untuk membantu calon jamaah dalam mengakses kebutuhan perjalanan secara praktis, mulai dari tiket pesawat hingga pilihan akomodasi yang beragam,” ujar Cisyelya dalam siaran pers kepada Marketeers, Rabu (18/2/2026).
Dalam skema umrah mandiri, akomodasi kerap menjadi titik awal perencanaan karena faktor jarak ke Masjidil Haram atau Masjid Nabawi sangat menentukan kenyamanan beribadah. Sejumlah hotel di Makkah seperti Anjum Hotel Makkah, Sheraton Makkah Jabal Al Kaaba Hotel, Swissotel Al Maqam Makkah, dan Swissotel Makkah menjadi contoh properti dengan akses jalan kaki yang relatif dekat ke area ibadah serta variasi harga yang menyesuaikan segmen jamaah.
Ketersediaan informasi dan pemesanan secara daring membuat proses seleksi menjadi lebih transparan. Cisyelya menambahkan banyak konsumen memulai dari pemilihan hotel sebelum menyesuaikan tiket dan durasi perjalanan.
“Pola ini menunjukkan pergeseran dari paket terpusat ke perencanaan yang lebih fleksibel, dengan jamaah menyusun sendiri komponennya sesuai kebutuhan,” ujarnya.
Di sisi transportasi, penawaran penerbangan pulang-pergi ke Riyadh, Jeddah, dan Madinah dari sejumlah kota di Indonesia juga memberi alternatif titik kedatangan. Fleksibilitas rute ini memungkinkan jamaah menyesuaikan agenda ibadah dan mobilitas antar kota suci secara lebih leluasa, seiring dengan makin terbukanya akses informasi dan transaksi perjalanan lintas negara.




