Tantangan Hari UKM di Universitas Ahmad Dahlan: Perubahan Nama dan Keterlibatan Organisasi Otonom
Sumber Foto: persmaporos.com
Poros Berita

Tantangan Hari UKM di Universitas Ahmad Dahlan: Perubahan Nama dan Keterlibatan Organisasi Otonom

Program Pengenalan Kampus (P2K) merupakan acara tahunan yang diselenggarakan oleh Universitas Ahmad Dahlan (UAD) untuk menyambut mahasiswa baru. Acara ini bertujuan untuk memperkenalkan berbagai aspek kampus, termasuk 16 Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) yang ada di UAD. Namun, tahun ini, terdapat sejumlah kontroversi terkait dengan pelaksanaan Hari UKM, yang menjadi bagian dari P2K.

Pada tahun lalu, Hari UKM nyaris tidak terlaksana dengan alasan yang dianggap tidak memadai. Setelah perdebatan dengan panitia, Hari UKM digabungkan dengan Dahlan Muda Expo. Namun, pertanyaan muncul mengenai pelaksanaan tahun ini.

Pada tahun 2024, pelaksanaan P2K kembali direncanakan dengan melibatkan berbagai pihak, termasuk Forum Bersama (Forbes) yang merupakan koordinator para UKM. Panitia pusat telah menjadwalkan rapat koordinasi secara rutin, dan pada awalnya, UKM direncanakan untuk mendapatkan hari khusus dalam rangkaian acara. Namun, situasi memanas ketika konflik antara panitia kembali terjadi.

Perubahan Nama yang Menimbulkan Pertanyaan

Dengan diadakannya Hari UKM, koordinator Forbes merasa optimis, mengingat bahwa UKM berhak mendapatkan pengakuan dalam acara tersebut. Namun, saat rundown pelaksanaan P2K diunggah di akun resmi kampus, nama Hari UKM justru diganti menjadi Dahlan Muda Expo. Hal ini menimbulkan kekecewaan di kalangan anggota UKM, yang merasa diabaikan.

Anggota UKM mempertanyakan mengapa perubahan nama tersebut dilakukan tanpa diskusi terlebih dahulu. Mereka merasa bahwa kampus tidak memberikan penghargaan yang seharusnya kepada UKM sebagai salah satu elemen penting dalam prestasi dan akreditasi kampus.

Keterlibatan Organisasi Otonom dalam Acara UKM

Masalah lain yang muncul adalah keterlibatan Organisasi Otonom (Ortom) dalam Dahlan Muda Expo. UKM merasa bahwa mereka seharusnya menjadi satu-satunya pihak yang terlibat dalam acara yang telah ditujukan khusus untuk mereka. Pertanyaan muncul apakah keterlibatan Ortom, yang sudah memiliki hari khusus, merupakan bentuk pengabaian atas hak UKM.

Keberadaan Ortom dalam acara tersebut menimbulkan dugaan bahwa kampus berupaya melemahkan posisi UKM dengan menyelipkan organisasi lain ke dalam kegiatan yang seharusnya menjadi hak UKM. Hal ini menimbulkan keprihatinan di kalangan anggota UKM mengenai keadilan dan pengakuan yang seharusnya mereka terima.

Respons Terhadap Keputusan Kampus

Aktivis UKM mengecam keputusan yang dianggap sepihak ini. Mereka berharap kampus dapat memberikan perhatian lebih terhadap kontribusi yang diberikan oleh UKM dan memastikan bahwa hak-hak mereka dihormati. Seluruh anggota UKM menyuarakan harapan agar acara yang dinamakan Hari UKM benar-benar diisi oleh mereka, tanpa campur tangan organisasi lain yang setara.

Dengan berbagai isu yang muncul, kejelasan dari pihak kampus menjadi sangat penting untuk menghindari konflik lebih lanjut dan memastikan bahwa semua pihak merasa dihargai dalam proses pengenalan kampus ini.