Tantangan Diplomatik antara Jepang dan Tiongkok Terkait Taiwan
Tokyo mengajukan protes resmi kepada Beijing terkait unggahan yang dianggap kritis oleh Konsul Jenderal Tiongkok di Osaka. Protes ini dipicu oleh pernyataan Perdana Menteri Jepang, Sanae Takaichi, mengenai kemungkinan keadaan darurat di Selat Taiwan.
Dalam konferensi pers yang dilaksanakan pada tanggal 10 November 2025, Kepala Sekretaris Kabinet Jepang, Minoru Kihara, mengungkapkan bahwa Tokyo menyampaikan protes "terkerasnya" kepada pemerintah Tiongkok pada tanggal 9 November. Protes ini ditujukan sebagai respons terhadap pernyataan Sue Jian, Konsul Jenderal Tiongkok, yang mengomentari pernyataan Takaichi.
Isu Taiwan merupakan salah satu topik sensitif dalam hubungan antara Jepang dan Tiongkok. Selama beberapa tahun terakhir, hubungan kedua negara seringkali terganggu oleh berbagai isu, termasuk aktivitas maritim Beijing di Laut Cina Timur dan sengketa mengenai Kepulauan Senkaku/Diaoyu. Meskipun kedua negara memiliki saluran diplomatik yang aktif, ketegangan dalam politik dan keamanan tetap menjadi perhatian utama.
Dalam beberapa bulan terakhir, pejabat Jepang telah berulang kali memperingatkan mengenai potensi "keadaan darurat" di Taiwan, yang langsung mendapat reaksi tajam dari Beijing. Tiongkok menganggap pernyataan tersebut sebagai campur tangan dalam urusan internal mereka dan sangat peka terhadap sikap Jepang terhadap Taiwan.
Sejarah interaksi antara diplomat Tiongkok dan Jepang di media sosial seringkali memicu pertukaran nota protes. Protes terbaru dari Tokyo kepada Beijing terjadi tahun lalu, sebagai respons terhadap publikasi pernyataan kritis oleh diplomat Tiongkok di Osaka.
Kihara menegaskan, "Komentar semacam ini dari seorang diplomat asing tidak pantas dan pemerintah Jepang tidak menerimanya."




