South Australia Scotch AGS Siapkan Siswa Hadapi Tantangan Pendidikan Masa Depan
Cakra Media - Selama kunjungan baru-baru ini ke Scotch AGS di Australia Selatan, Matt Clarke, Kepala Pengembangan Bisnis untuk Dewan SACE, berbagi perspektifnya tentang bagaimana sekolah tersebut menerapkan program SACE Australian Baccalaureate dan mempersiapkan siswa untuk universitas.
Dari masa-masa awal hingga lingkungan pembelajaran saat ini
Matt Clarke berbagi bahwa South Australia Scotch AGS adalah salah satu sekolah yang berkesempatan ia amati sejak tahap awal perkembangannya. Selama lebih dari tujuh tahun bekerja dengan Dewan SACE, ia melihat South Australia Scotch AGS sejak fasilitasnya masih belum lengkap, sebelum bangunan-bangunan tersebut beroperasi sepenuhnya.
Dari perspektif itu, ia berpendapat bahwa pengembangan South Australia Scotch AGS adalah sebuah proses membangun lingkungan belajar. Ia menyebutkan penyelesaian bertahap bangunan sekolah, investasi dalam desain interior, peralatan, dan laboratorium, pendaftaran siswa di berbagai tingkatan kelas, serta pengembangan staf pengajar dan tim kepemimpinan.
Menurutnya, semua faktor ini berkontribusi pada pengalaman belajar siswa di South Australia Scotch AGS di Kota Ho Chi Minh. Selama kunjungan ini, ia berkesempatan untuk mengunjungi kedua kampus sekolah tersebut, mengamati siswa sekolah dasar, dan berbincang dengan siswa sekolah menengah.
Pak Clarke terkesan dengan suasana sekolah di South Australia Scotch AGS. Selama pertemuan siswa, beliau merasakan antusiasme, kegembiraan, dan partisipasi aktif para siswa dalam kegiatan sekolah. Beliau juga mencatat bahwa siswa South Australia Scotch AGS memiliki sopan santun yang baik, kemampuan berbahasa Inggris yang tinggi, dan beradaptasi dengan baik terhadap lingkungan belajar.
Berbicara tentang jalur Australian Baccalaureate, Bapak Clarke percaya bahwa itu adalah pilihan yang tepat untuk mempersiapkan siswa ke tahap pendidikan selanjutnya. Namun, ia berpendapat bahwa universitas adalah isu yang jauh lebih luas daripada sekadar ujian akhir. Ia menggunakan analogi yang mudah dipahami, dengan mengatakan bahwa "kehidupan tidak berjalan seperti satu ujian besar," dan bahwa orang tidak masuk kantor setiap hari untuk mengikuti ujian ketika mereka mulai bekerja.
Dari perspektif tersebut, Clarke berpendapat bahwa siswa perlu dilatih dalam pengambilan keputusan, manajemen waktu, pemecahan masalah, penelitian, analisis kritis, dan pemikiran kreatif.
Nilai-nilai ini juga ditanamkan dalam jalur pembelajaran Scotch AGS di Australia Selatan, memberikan kesempatan kepada siswa untuk mempraktikkan kompetensi ini sepanjang pendidikan menengah mereka. Siswa harus mengelola beban kerja, menyelesaikan proyek tepat waktu, melakukan penelitian, menyajikan informasi, dan menunjukkan kemampuan mereka untuk menerapkan pengetahuan dalam berbagai konteks.
Sistem A-Level Australia dan kemampuan untuk melampaui nilai akademik.
Pak Clarke mengatakan bahwa ketika berbicara dengan siswa kelas 10 dan 11 di Scotch AGS di Australia Selatan, mereka sendiri menyadari bahwa program tersebut memiliki beban kerja yang signifikan dan membutuhkan keterampilan manajemen waktu. Ini adalah pengalaman yang diperlukan, karena siswa harus menangani banyak proyek, makalah penelitian, dan tenggat waktu secara bersamaan di universitas.
Menurutnya, dalam konteks kecerdasan buatan dan perangkat digital yang dapat membantu orang mengakses informasi dengan sangat cepat, hal terpenting bukanlah lagi menghafal atau mengulang fakta. Siswa perlu tahu cara mengajukan pertanyaan, menilai keandalan informasi, menghubungkan data yang berbeda, dan mengubah pemahaman menjadi tindakan, solusi, atau kontribusi konkret.
Mengenai kapasitas implementasi program di Scotch AGS South Australia, Bapak Clarke menyatakan bahwa Dewan SACE bekerja sama erat dengan tim sekolah, bersama dengan Scotch College Adelaide, untuk memastikan kualitas pengajaran. Scotch AGS South Australia memperoleh jaminan tambahan dari standar pendidikan dan pengalaman Scotch College Adelaide.
Bapak Clarke juga mengakui investasi South Australia Scotch AGS dalam sumber daya, guru yang berkualitas, dan fasilitas untuk memberikan pengalaman belajar yang unggul bagi siswa dalam program Australian Baccalaureate. Faktor-faktor ini berkontribusi dalam membangun fondasi bagi siswa untuk mengembangkan keterampilan akademik, kemampuan belajar mandiri, dan kemampuan beradaptasi.
Mengenai kelompok siswa pertama di Scotch AGS di Australia Selatan, Bapak Clarke menyatakan bahwa para administrator program di Australia Selatan merasa puas dengan hasil yang dicapai oleh para siswa. Beliau menghubungkan hasil ini dengan upaya para siswa, kualitas pengajaran, dan pengalaman belajar di sekolah tersebut. Siswa yang mengikuti jalur ini dapat mengejar berbagai pilihan universitas di Australia, Vietnam, dan banyak destinasi internasional lainnya.
Saat berbicara dengan siswa tentang pilihan perguruan tinggi, Bapak Clarke berpendapat bahwa mereka tidak boleh hanya melihat peringkat. Sangat penting untuk mempertimbangkan kualitas program, bidang studi, prospek karir, dan seberapa baik pilihan tersebut selaras dengan langkah selanjutnya bagi setiap siswa.
Bagi orang tua yang mempertimbangkan program internasional, Bapak Clarke melihat pasar menawarkan banyak pilihan, mulai dari A Levels dan IB hingga Australian Baccalaureate. Banyak program dapat membuka jalan menuju universitas. “Pertanyaan yang lebih penting adalah keterampilan apa yang dikembangkan siswa melalui program tersebut dalam dua tahun terakhir sekolah menengah, sebelum mereka memasuki tahap studi yang akan berdampak jangka panjang pada masa depan mereka,” Matt Clarke menyimpulkan.




