Snoop Dogg Gunakan AI Dalam Video Klip Pertama di Industri Musik
Sumber Foto: Hypeabis
Hiburan

Snoop Dogg Gunakan AI Dalam Video Klip Pertama di Industri Musik

Cakra Media - Snoop Dogg baru-baru ini tercatat sebagai artis populer pertama yang menggunakan teknologi AI Seedance 2.0 dalam video klip resmi lagunya “Slid Off”. Video tersebut tayang perdana pada 21 Februari 2026 dan langsung memicu perbincangan luas di industri musik.

Sejumlah sumber menyebut sebagian adegan dalam klip ini sepenuhnya dihasilkan menggunakan kecerdasan buatan. Langkah ini menandai babak baru ketika AI mulai masuk ke ranah produksi video musik arus utama.

Baca juga: FIA Rilis Sistem AI ECAT Untuk Deteksi Track Limit Formula 1 Musim 2026

Seedance 2.0 merupakan teknologi yang dikembangkan oleh ByteDance untuk menghasilkan video sinematik dari prompt teks. Sistem ini mampu mengatur pencahayaan, pergerakan kamera, hingga efek visual secara otomatis dalam satu pipeline yang terintegrasi.

Teknologi tersebut memungkinkan kreator menciptakan adegan kompleks tanpa harus membangun set fisik atau mengerahkan kru besar. Proses produksi yang biasanya memakan waktu berminggu-minggu kini bisa dipangkas drastis dengan biaya jauh lebih efisien.

Berdasarkan informasi yang beredar, video “Slid Off” yang disutradarai oleh Jesse Wellens turut mengonfirmasi penggunaan AI melalui unggahan media sosialnya pada hari perilisan. Ia menyebut sejumlah adegan dalam klip tersebut dibuat sepenuhnya menggunakan Seedance 2.0.

Wellens dikenal sebagai kreator digital yang kerap bereksperimen dengan format visual dan teknologi baru. Kolaborasinya dengan Snoop menghadirkan perpaduan antara estetika hip-hop klasik dan pendekatan produksi futuristik.

Secara visual, klip ini menampilkan nuansa California yang kental dengan sentuhan modern. Atmosfer laid-back khas West Coast dipertahankan, namun dipoles dengan komposisi gambar dan transisi yang terasa lebih eksperimental.

Lagu “Slid Off” sendiri dirilis secara digital pada Januari 2026 di bawah naungan Death Row Records yang telah dihidupkan kembali. Beat minimalis dalam lagu tersebut memberi ruang luas bagi flow santai khas Snoop untuk tetap menjadi pusat perhatian.

Penggunaan AI dalam proyek ini muncul di tengah perdebatan hukum yang semakin panas. Sejumlah studio besar Hollywood, termasuk The Walt Disney Company dilaporkan mengirimkan peringatan hukum kepada ByteDance terkait dugaan pelanggaran hak cipta dalam proses pelatihan model AI.

Isu tersebut memunculkan dilema antara inovasi kreatif dan perlindungan kekayaan intelektual. Industri hiburan kini berada di persimpangan antara efisiensi teknologi dan etika penggunaan data.

Respons publik terhadap video ini pun beragam. Sebagian penggemar memuji kualitas visual AI yang dinilai mampu menyaingi produksi konvensional, sementara yang lain khawatir terhadap dampaknya bagi pekerja kreatif.

Diskusi di berbagai platform media sosial menunjukkan perdebatan tentang masa depan sutradara, sinematografer, hingga editor video. Ada yang menyebut AI sebagai alat baru yang memperluas kemungkinan artistik, namun tak sedikit yang menilai teknologi ini berpotensi menggerus makna proses kreatif.