Secure Parking Targetkan Pertumbuhan 10% dan Penguatan Ekosistem Digital pada 2026
Cakra Media - PT Securindo Packatama Indonesia (Secure Parking) menetapkan arah bisnis yang agresif untuk beberapa tahun ke depan. Perusahaan pengelola parkir yang telah berkiprah selama 33 tahun di Tanah Air ini menargetkan pertumbuhan jumlah kelolaan parkir sebesar 10% pada tahun 2026.
Sepanjang tahun 2025, Secure Parking sudah mengelola 1.700 parkir di seluruh Indonesia, mengalami pertumbuhan 11,8% dibandingkan tahun sebelumnya. Dengan target pertumbuhan tahun ini, Secure Parking diprediksi mengelola sebanyak 1.800 lebih lokasi parkir.
“Tahun ini kami menargetkan pertumbuhan lokasi sebesar 10% dari tahun sebelumnya. Secara progresif hingga bulan ketiga ini, pencapaian kami masih memenuhi target yang telah ditetapkan,” ujar Queenta Sylvia, Deputy Managing Director Secure Parking dalam acara diskusi media di Jakarta, baru-baru ini.
Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya yang fokus pada pengenalan sistem, tahun 2026 akan menjadi fase penguatan bagi Secure Parking. Fokus utama perusahaan adalah memperluas implementasi teknologi Integrated Navigation & Operating System (INOS) di berbagai lokasi strategis, terutama pusat perbelanjaan dengan volume kendaraan tinggi.
Teknologi INOS memungkinkan pengguna untuk menikmati pengalaman parkir yang seamless. Dengan bantuan kamera AI (License Plate Recognition), pintu parkir akan terbuka secara otomatis tanpa perlu membuka jendela atau melakukan transaksi fisik.
“Fase 2026 adalah fase penguatan. Kami memfokuskan pada konsistensi pengalaman pelanggan dengan meng-upgrade lebih banyak lokasi menjadi INOS. Ini bukan sekadar update teknologi, tapi mengubah alur keluar-masuk parkir menjadi lebih cepat dan sistematis,” ujar Hendri Ahin, Deputy General Manager Business Development (Regional Office) Secure Parking.
Sebagai bagian dari strategi penguatan ekosistem, Secure Parking juga bersiap meluncurkan dua produk digital baru, yakni Digital Voucher dan Digital Prepaid. Kedua fitur ini akan terintegrasi langsung di dalam aplikasi, memungkinkan pelanggan membayar parkir tanpa perlu memilih metode pembayaran secara manual di pintu keluar.
Sistem akan secara otomatis memotong saldo prepaid atau menggunakan voucher yang berlaku di lokasi tersebut. Inovasi ini diharapkan dapat menekan antrean di pintu keluar yang sering menjadi titik krusial kemacetan di area komersial.
Tidak hanya fokus di ibu kota, Secure Parking juga gencar melakukan ekspansi ke kota-kota besar lainnya di Indonesia. Saat ini, teknologi digital Secure Parking sudah mulai diimplementasikan di Balikpapan, Solo, dan beberapa wilayah di Jawa Tengah.
Langkah ekspansi ini diambil untuk mengimbangi mobilitas masyarakat yang makin tinggi antar-kota. Dengan standardisasi teknologi digital di berbagai daerah, Secure Parking berharap dapat memberikan pengalaman yang seragam bagi pelanggannya di mana pun mereka berada.
“Kami ingin memastikan bahwa pengalaman parkir yang modern dan transparan ini tidak hanya dinikmati di Jakarta, tapi juga dirasakan oleh pengunjung kami di luar kota,” tutur Hendri.




