Resty: Melepas Status WNI untuk Hidup Sejahtera dan Penuhi Impian di Norwegia
Sumber Foto: Mojok.co
Internasional

Resty: Melepas Status WNI untuk Hidup Sejahtera dan Penuhi Impian di Norwegia

Cakra Media - Ilustrasi Rela Melepas Status WNI demi Hidup Sejahtera di Norwegia, Karier Melejit berkat Beasiswa Luar Negeri (Ega Fansuri/Mojok.co)

Barangkali itu pula yang membuat warga di Norwegia menerapkan Hukum Jante (Janteloven), yakni norma sosial tidak tertulis yang menekankan kolektivisme dan kerendahan hati. Oleh karena itu, masyarakat di sana tidak meremehkan pencapaian orang lain.

“Jadi memang beda banget ya sama orang Indonesia atau negara lainnya Intinya mereka merasa semua orang itu setara. Tidak ada yang lebih baik, lebih kaya, atau lebih pintar walaupun memang ada ya tapi mereka nggak menyombongkan diri,” jelas Resty.

Iklan

Karakter orang Norwegia yang bikin saya betah

Berbeda pula dengan penduduk Indonesia yang suka berbaur dan ramah tamah, Resty berujar penduduk di Norwegia kebanyakan punya karakter tertutup dan pendiam. Jadi lebih sulit untuk didekati, apalagi untuk menjalin hubungan bahkan sebagai teman.

“Tapi saat kita udah kenal dengan mereka, mereka akan jadi pribadi yang sangat loyal dan baik banget sebagai teman,” kata Resty.

Untungnya, Resty tak kesulitan dalam bergaul selama menjalani program beasiswa Erasmus karena dia punya sifat supel. Faktor-faktor itu lah yang bikin Resty betah, hingga kepincut dengan suaminya yang orang Norwegia.

Lambat laun, Resty mulai berpikir, bagaimana jadinya kalau dia punya anak nanti sementara dia masih ingin menjalani hobi traveling -nya. Terutama saat jalan-jalan di UK untuk menonton Arsenal. Sebab jika paspornya masih WNI, hal itu bakal sulit dijalani karena pembelian tiket harus di Emirates. Belum lagi, harus rebutan dengan penonton lain.

“Aku biasa travel ke London, tapi sebelum itu harus apply visa UK di Oslo sedangkan aku tinggal di Stavanger. Makanya jadi technical issues buat aku tiap mau ke UK or negara lain yang require visa dulu,” jelas Resty.

“Dan aku harus mengeluarkan uang yang nggak sedikit. Visanya juga bisa expired 6 bulan. Apalagi kalau sudah punya anak nanti, aku nggak mungkin antre di line imigrasi yang berbeda dengan suami dan anakku,” lanjutnya.

Secara aturan, untuk mengubah paspornya dari WNI ke WNA, Resty harus tinggal di Norwegia selama 7 tahun dengan syarat gaji yang berlaku. Tapi syarat itu bisa saja dianulir karena Resty sudah menikah dengan suaminya yang orang Norwegia.

“Ganti pasporku bisa jadi cuma 5 tahun jika menikah dengan WN Norway. Artinya aku sudah bisa apply pasporku dari WNI ke WN Norway dari tahun 2025, tapi aku belum melakukannya karena memang aku pikir apply paspor itu belum sepenting itu waktu itu,” jelas Resty.

“Sekarang jadi urgent karena aku berencana punya anak tahun ini, makanya aku mau apply dari tahun ini. Oleh karena itu, menurutku juga, kamu tetap menjadi nasionalis meski paspor-mu sudah bukan WNI lagi,” ucap penerima beasiswa Erasmus tersebut.

Penulis: Aisyah Amira Wakang

Editor: Ahmad Effendi

BACA JUGA: WNI Lebih Sejahtera Ekonomi dan Mental di Malaysia tapi Susah Lepas Paspor Indonesia, Sial! atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan

Halaman 2 dari 2

1 2

Terakhir diperbarui pada 2 Maret 2026 oleh Aisyah Amira Wakang

Tags: beasiswa Erasmus beasiswa luar negeri Erasmus Erasmus Mundus norwegia Pindah Kewarganegaraan tinggal di luar negeri WNI

Aisyah Amira Wakang

Jurnalis Mojok.co asal Surabaya. Pernah menempuh pendidikan di S1 Ilmu Komunikasi Universitas Airlangga (Unair) Surabaya. Menaruh perhatian pada isu pendidikan, sosial, perkotaan, dan kelompok-kelompok marjinal. Di luar rutinitas liputan mengisi waktu dengan berlari dan menjelajah alam.

Artikel Terkait

Sekolahan

Jalan-jalan ke 6 Negara di Eropa dengan Beasiswa Erasmus, Mahasiswa Unair Ini Dapat Pembelajaran Berharga dari Sekadar Belajar Musik

24 Juni 2026

Sosok

Nekat Daftar Beasiswa Luar Negeri ke Kampus “Kurang Terkenal”, Kini Bisa Keliling Eropa dengan Gaji yang Bikin Sumringah

8 Juni 2026

Sekolahan

Tolak Daftar LPDP untuk Kuliah di LN karena Beasiswa MEXT U to U di Jepang Lebih Menguntungkan, Tak Menuntut Kontribusi Balik

6 Mei 2026

Sosok

Kerja Mati-matian di Australia, Tabungan Sampai Setengah Miliar tapi Nggak Bisa Dinikmati dan Terpaksa Pulang usai Kena Mental

4 Mei 2026

Muat Lebih Banyak