Ratusan Warga Mudik Lebih Awal di Pelabuhan Sampit untuk Hindari Kepadatan
Cakra Media - Sampit (ANTARA) - Demi menghindari kepadatan penumpang dan khawatir tak kebagian tiket saat arus mudik Lebaran Idul Fitri 1447 Hijriah, ratusan warga memilih untuk mudik lebih awal melalui Pelabuhan Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah.
“Saya dari Parenggean mau pulang ke Lumajang, Jawa Timur. Mudik lebih awal karena kalau sudah mepet Lebaran biasanya susah cari tiket,” kata Suliksan, salah satu penumpang Kapal Motor (KM) Dharma Rucitra VI di Sampit, Kamis.
Suliksan menjadi salah satu dari 315 penumpang KM Dharma Rucitra VI milik PT Dharma Lautan Utama (DLU) yang berangkat dari Pelabuhan Sampit menuju Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya.
Awal pekan kedua Ramadhan 1447 Hijriah/2026 Masehi, ratusan penumpang tersebut tampak telah memadati terminal penumpang Pelabuhan Sampit. Sejak tengah hari mereka antre demi mengejar keberangkatan kapal yang dijadwalkan pada pukul 18:00 WIB.
Suliksan mengaku sengaja berangkat lebih cepat agar bisa menjalani Ramadhan bersama keluarga di kampung halaman, sekaligus menghindari kepadatan penumpang menjelang hari raya.
“Kalau dekat Lebaran biasanya penumpang ramai dan desak-desakan. Jadi lebih nyaman berangkat sekarang,” tambahnya.
Manajer DLU Cabang Sampit, Kacung Muhadi menyebutkan, KM Dharma Rucitra VI bertolak dengan mengangkut sekitar 315 penumpang. Jumlah tersebut mengalami sedikit peningkatan dibanding hari biasa, meski belum signifikan.
“Untuk penumpang hari ini ada sedikit peningkatan dibanding hari biasa, tapi belum signifikan. Perkiraan kami puncak arus mudik itu mulai terjadi ketika memasuki H-15 Lebaran,” ucap Muhadi.
Ia melanjutkan, meningkatnya minat mudik lebih awal tidak lepas dari program diskon tiket yang diberikan DLU selama awal Ramadhan.
Program diskon mudik merupakan agenda rutin setiap tahun dengan beberapa tahap. Sebelumnya, pada periode 20 Januari hingga 8 Februari, DLU juga memberikan potongan harga 10 persen.
Tujuannya agar masyarakat bisa mudik lebih awal, tidak berdesakan saat mendekati Lebaran, sekaligus mendapat harga lebih murah.
“Di awal puasa ini kami memberikan diskon 15 persen dari tarif dasar Rp325 ribu untuk tujuan Surabaya. Program ini berlaku 20 sampai 26 Februari. Alhamdulillah respons warga cukup antusias,” tuturnya.
Muhadi menambahkan, untuk menyambut momentum arus mudik tahun ini pihaknya menyiapkan dua armada untuk tujuan Sampit-Semarang dan Sampit-Surabay, yakni KM Kirana III dan KM Dharma Rucitra VI.
Namun, sementara ini ia belum bisa memastikan jumlah call atau jadwal keberangkatan kapal pada momentum arus mudik Lebaran, lantaran KM Kirana III masih proses pemeliharaan atau docking. Jadwal akan dirilis setelah semua kapal siap.
“Setelah selesai docking, kapal akan langsung dioperasikan dan jadwalnya akan kami rilis,” demikian Muhadi.




