Protes Warga Cilandak Terkait Kebisingan Lapangan Padel
KEBERADAAN sebidang lapangan padel di Jalan Haji Nawi Raya, Cilandak, Jakarta Selatan, memancing protes. Arena olahraga tersebut dinilai menimbulkan kebisingan yang mengganggu aktivitas masyarakat karena jaraknya yang berdempetan dengan permukiman warga.
Kebisingan lapangan milik Fourtwall Padel tersebut mulai dirasakan warga sekitar sejak akhir 2026 lalu. "Saat itu sepertinya masih trial lapangan, itu saya melapor tanggal 27 November," ujar Naufal pada Kamis, 19 Februari 2026.
Naufal dan keluarga merasa sangat terganggu akibat aktivitas di lapangan tersebut. "Suara pukulan bola dan teriakan mulai jam 6 pagi hingga jam 12 malam, itu menyiksa kami," tutur Naufal saat ditemui Tempo di kediaman pribadinya.
Menurut Naufal, kondisi tersebut membuat penghuni rumah kehilangan fokus. Dia bercerita sering sengaja pulang larut malam karena tidak tahan dengan bising dari lapangan padel. "Mandi saja tidak fokus karena berisik," ucap Naufal.
Naufal mengatakan dirinya sudah berkali-kali melancarkan protes terkait operasional lapangan tersebut. Setidaknya ada total 15 laporan dia daftarkan lewat aplikasi Jakarta Kini (JAKI) serta sekali aduan ke pihak kepolisian, tetapi tidak satupun yang berbuahkan hasil.
Warga lainnya, Idham Rahmanarto, juga merasakan hal serupa. Dia merasa sangat terganggu dengan kebisingan yang disebabkan oleh lapangan Fourthwall Padel, terutama terhadap anaknya yang masih berumur 1,5 tahun.
Sama seperti Naufal, protes juga dilakukan oleh Idham lewat jalur resmi maupun media sosial. Namun dari beberapa kali mediasi yang dijalani belum ada solusi yang didapat. "Semua hasil mediasi cuma janji-janji lisan, tidak ada kesepakatan tertulis," kata Idham saat ditemui di kesempatan yang sama.
Idham mencontohkan dengan janji manajemen untuk memasang peredam suara. Namun janji itu tidak ditepati karena pihak lapangan justru hanya sebatas mengganti penutup jaring-jaring menjadi polycarbonat. "Itu sela-selanya masih besar, suara bising masih kedengaran," ujar Idham.
Berdasarkan pengamatan Tempo di lokasi, jarak antara lapangan padel dengan bangunan rumah bahkan tidak mencapai satu meter. "Dari yang aku pahami, ini tidak sesuai (aturan) jarak bebas bangunan," kata Idham.
Perwakilan dari PT Kreasi Arena Indonesia selaku pemilik Fourthwall Padel, Fajar Ediputra, mengatakan pihaknya berjanji akan membatasi jam buka serta memasang peredam suara. "Kami akan memperkuat dinding, supaya suara dari lapangan padel itu bisa teredam di dalam sehingga tak ganggu yang di luar," kata Fajar seperti dilansir dari Antara.
Fajar menjelaskan pemasangan peredam suara direncanakan akan dikebut dalam jangka waktu sebulan ke depan. Jam operasional selama puasa juga akan dibatasi mulai jam 14.00 hingga 19.00 WIB untuk menghindari protes lanjutan.
Meski begitu, Fajar berkukuh pihaknya tidak melanggar aturan apapun selama beroperasi. "Kalau mengikuti aturan sebenarnya, di lapangan kami masih 70 desibel. Cuman ini yang menjadi permasalahan adalah zonasi yakni berdampingan langsung dengan rumah tinggal," ucapnya.




