Prabowo Undang Mantan Presiden untuk Silaturahmi dan Diskusi Geopolitik
Cakra Media - Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad (tengah) (Foto: RMOL Faisal Aristama)
Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan mengundang presiden RI terdahulu untuk bersilaturahmi di Istana Kepresidenan Jakarta, malam ini.
BERITA TERKAIT:
Kepala Negara menyampaikan undangan tersebut dalam rangka silaturahmi sekaligus membahas kondisi geopolitik terkini.
“Pak presiden ingin memberikan update kepada presiden terdahulu mengenai situasi geopolitik terbaru pasca kunjungan beliau ke luar negeri,” ungkap Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, kepada wartawan di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa, 3 Maret 2026.
Selain itu, Dasco menyebutkan bahwa Presiden Prabowo ingin mendapatkan masukan dan saran dari mantan presiden untuk dijadikan pertimbangan dalam menyusun kebijakan menghadapi kondisi global, khususnya terkait dampak serangan Israel yang dibantu Amerika Serikat terhadap Iran.
“Pak Prabowo ingin mendengar masukan dan saran-saran dari presiden terdahulu untuk dijadikan pertimbangan,” ujar Dasco.
“Selain itu, juga untuk perencanaan dan mitigasi bagi bangsa dan negara dari dampak yang kita ketahui saat ini, yang kemungkinan akan berdampak pada negara kita,” tambahnya.
Kendati demikian, Ketua Harian DPP Partai Gerindra itu belum bisa memastikan presiden terdahulu mana saja yang akan hadir.
“Semua presiden terdahulu diundang, tapi saya tidak dalam posisi mengetahui konfirmasi siapa yang hadir dan siapa yang belum bisa hadir,” pungkas Dasco.
EDITOR: RENI ERINA
TAGS
PRABOWO SUNIANTO
SUFMI DASCO AHMAD
< SEBELUMNYA
Prabowo Terima Laporan Rosan soal Lonjakan Kepercayaan Investor Global
BERIKUTNYA >
Masyarakat Harus Jaga Persatuan di Tengah Tekanan Ekonomi Global
FOLLOW US
ARTIKEL LAINNYA
Politik
Prabowo Kumpulkan Sejumlah Menteri di Kertanegara, Bahas Apa?
Politik
Ketum PKB: Politik Bukan Cuma Rebutan Kekuasaan!
Politik
Tuan Guru Batak Kecam Eks Ketua BEM UGM yang Diduga Hina Presiden
Politik
PKB Jabar Fest Siapkan Kader Muda jadi Pemimpin Masa Depan
Politik
Haris Rusly: "Indonesia Bangkrut" dan "Sale Indonesia" Narasi Sampah Antikemandirian
Politik
Bawaslu Dukung Penguatan Sistem Penegakan Etik Penyelenggara Pemilu




