Pola Pemesanan Last Minute Tantang Okupansi Hotel
MUDANESIA - Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia) mengungkapkan bahwa kebiasaan wisatawan melakukan pemesanan kamar secara mendadak atau last minute membuat tingkat hunian hotel semakin sulit diperkirakan.
Sekretaris Jenderal PHRI, Maulana Yusran, menjelaskan bahwa pola reservasi saat ini berbeda dibandingkan beberapa tahun lalu. Lonjakan keterisian kamar bisa terjadi hanya dalam waktu singkat karena wisatawan baru menentukan rencana perjalanan di menit-menit akhir.
Menurutnya, banyak masyarakat kini lebih memilih bepergian melalui jalur darat menggunakan kendaraan pribadi. Kondisi ini menyebabkan pergerakan wisatawan cenderung fleksibel dan tidak terikat jadwal pasti, sehingga keputusan menginap sering dilakukan setelah perjalanan berlangsung.
Fenomena tersebut berbeda dengan wisatawan yang menggunakan transportasi udara. Mereka biasanya sudah merencanakan perjalanan sejak awal karena telah membeli tiket, sehingga pemesanan hotel pun dilakukan lebih terjadwal.
Selain itu, kemudahan akses ke berbagai platform digital membuat calon tamu dapat dengan cepat membandingkan harga, fasilitas, hingga promo yang ditawarkan hotel sebelum menentukan pilihan. Proses ini memungkinkan keputusan reservasi dilakukan hanya dalam hitungan menit.
Meski demikian, pihak hotel umumnya telah memiliki kebijakan terkait perubahan maupun pembatalan pemesanan untuk menyesuaikan dengan dinamika tersebut. Beragam paket promosi juga disiapkan guna menarik minat wisatawan agar segera melakukan reservasi.




