PLN Gresik Siap Perluas Jaringan SPKLU untuk Dukung Kendaraan Listrik
Sumber Foto: TIMES Indonesia
Lifestyle

PLN Gresik Siap Perluas Jaringan SPKLU untuk Dukung Kendaraan Listrik

Gresik – Keberadaan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di Kabupaten Gresik terus ditambah seiring meningkatnya penggunaan kendaraan listrik di masyarakat.

Manager PLN UP3 Gresik, Suhandopo, mengatakan saat ini SPKLU di Gresik telah tersedia di sejumlah titik strategis. Di antaranya di kantor PLN UP3 Gresik, PLN NP, Gresmall, serta Icon Mall. Ke depan, penambahan fasilitas pengisian daya tersebut akan terus dilakukan.

“Ke depan akan ada tambahan lagi, termasuk satu pasangan SPKLU di lahan PLN di Jalan Veteran,” ujarnya usai kegiatan 'Cahaya Ramadan PLN' yang digelar Kantor PLN UP 3 Gresik, Kamis (19/2/2026).

Tren Pemakaian Kendaraan Listrik

Menurutnya, PLN juga akan menggandeng berbagai instansi untuk menghadirkan SPKLU mitra PLN dengan sistem kerja sama termasuk swasta.

Dia menambahkan, tren penggunaan kendaraan listrik secara nasional terus menunjukkan peningkatan signifikan. Saat ini, jumlah mobil listrik di Indonesia telah menembus lebih dari 100 ribu unit.

“Tren penggunaan kendaraan listrik cukup baik termasuk di Gresik, disini (PLN UP3) setiap hari sekitar ada 10 lebih kendaraan listrik sehari yang melakukan cahrger. Ini menjadi peluang sekaligus tantangan bagi PLN untuk terus meningkatkan pelayanan,” katanya.

Sementara itu, Ketua DPRD Gresik, Syahrul Munir menyambut baik rencana penambahan SPKLU tersebut. Ia menilai, ketersediaan infrastruktur pengisian daya akan mendorong minat masyarakat untuk beralih ke kendaraan listrik.

“Kalau ini diminati, tentu konsumen mobil listrik akan semakin banyak. Pemerintah daerah akan terus bersinergi karena suplai listrik menjadi kebutuhan vital masyarakat,” ujarnya.

Senada, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Gresik, Misbahul Munir bilang bahwa sektor kelistrikan juga berkontribusi terhadap pendapatan daerah melalui Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT).

Ia menyebut, pada tahun 2025, pendapatan dari PBJT dari sektor listrik mencapai sekitar Rp253 miliar. Dana tersebut dimanfaatkan untuk pembiayaan penerangan jalan umum serta pembangunan infrastruktur.

“Pendapatan ini sangat membantu daerah dalam meningkatkan pelayanan publik, terutama penerangan jalan dan infrastruktur dasar,” jelas Munir.

Salah satu pengguna Subeni bercerita jika kendaraan listrik ramah lingkungan karena tidak mengeluarkan emisi gas buang. "Ini mobil pertama saya, kebetulan beruntung mendapatkan mobil ini dari PLN," ujarnya. (*)