PKS Desak Pengawasan Ketat untuk Penunjukan Indonesia di ISF
Sumber Foto: Berita Nasional - Media Pencerah Bangsa
Internasional

PKS Desak Pengawasan Ketat untuk Penunjukan Indonesia di ISF

Ketua Majelis Pertimbangan Pusat (MPP) PKS, Mulyanto. (Foto/PKS)

BeritaNasional.com - Ketua Majelis Pertimbangan Pusat (MPP) PKS Mulyanto menilai keterlibatan Indonesia dalam Dewan Perdamaian atau Board of Peace (BoP) dan penunjukan wakil ketua komandan International Stabilization Force (ISF) di Gaza merupakan keputusan strategis yang menyangkut kedaulatan negara, keselamatan prajurit TNI, penggunaan anggaran publik, serta arah sikap politik luar negeri.

Karena itu, menurut Mulyanto, DPR perlu menjalankan fungsi pengawasannya agar sikap Indonesia tidak disalahgunakan untuk kepentingan asing.

BACA JUGA

PKS Dorong Pendidikan Bermutu Generasi Emas, Salurkan Bantuan Pendidikan dan Apresiasi Guru Inspiratif Prabowo Mendadak Singgah ke Posad Miangas, Sapa Prajurit Penjaga Perbatasan Indonesia-Filipina Rakernas PERADI SAI 2026 Tegaskan Arah Baru Profesi Advokat Indonesia

Ia mengatakan pengerahan pasukan ke luar negeri bukan keputusan administratif, melainkan keputusan politik negara.

Konstitusi dan Undang-Undang TNI mengamanatkan adanya mekanisme checks and balances. Presiden tidak dapat berjalan sendiri tanpa kontrol demokratis yang kuat dari parlemen.

"Pembukaan UUD 1945 menegaskan komitmen Indonesia menolak segala bentuk penjajahan. Oleh karena itu, setiap kebijakan luar negeri harus berpihak pada kemerdekaan dan keadilan, bukan justru berpotensi memberi legitimasi terhadap praktik kolonialisme modern. Parlemen wajib memastikan Indonesia tidak terseret dalam skenario geopolitik yang mengorbankan prinsip tersebut," ujar Mulyanto pada Sabtu (21/2/2026).

Mulyanto mengingatkan transparansi harus menjadi syarat mutlak. Pemerintah wajib menjelaskan secara terbuka mandat, struktur komando, serta independensi Indonesia dalam ISF.

Ia menilai, jika kendali operasional berada di tangan pihak lain, maka hal ini berpotensi menempatkan Indonesia sebagai alat legitimasi kepentingan kekuatan besar, bukan sebagai aktor independen.

"Parlemen juga penting meminta kejelasan legitimasi dari pihak Palestina. Prinsip hak menentukan nasib sendiri tidak boleh diabaikan. Tanpa persetujuan rakyat dan otoritas Palestina, kehadiran pasukan asing berisiko dipersepsikan sebagai bentuk intervensi yang justru mencederai perjuangan kemerdekaan Palestina," ujar Mulyanto.

"Risiko keamanan bagi prajurit TNI tidak boleh diremehkan. Konflik Gaza memiliki karakter sangat kompleks dan berisiko tinggi. Negara tidak boleh mempertaruhkan keselamatan prajurit tanpa mandat yang jelas, aturan keterlibatan yang ketat, serta strategi keluar yang terukur. Parlemen harus memastikan semua itu sebelum keputusan final diambil," tegas Anggota DPR RI Periode 2019-2024 ini.

Mulyanto mendesak DPR RI berani meminta Pemerintah untuk membuka secara transparan aspek anggaran. Jangan sampai kebijakan luar negeri berjalan dengan blank cheque menggunakan uang rakyat.

Dalam konteks global yang semakin kompetitif, Indonesia harus menjaga kemandirian dan prinsip politik luar negeri bebas aktif. Parlemen harus memastikan Indonesia tidak tunduk pada tekanan kekuatan besar atau kepentingan ekonomi jangka pendek yang dapat merusak posisi strategis bangsa.

"Kritik seperti ini bukanlah sikap penolakan terhadap perdamaian. Justru sebaliknya, perdamaian yang adil harus dibangun di atas prinsip keadilan dan penghormatan terhadap kemerdekaan bangsa Palestina. Indonesia harus tetap menjadi moral force, bukan sekadar pelengkap dalam operasi keamanan internasional," ujar Mulyanto.

"Oleh karena itu, Parlemen perlu segera menggelar rapat kerja terbuka, memanggil Menteri Luar Negeri, Menteri Pertahanan, dan pihak terkait serta membuka ruang dialog publik. Parlemen harus menunjukkan ketegasan politik untuk menjaga konstitusi, kehormatan bangsa, dan konsistensi perjuangan Indonesia untuk mendukung kemerdekaan Palestina dan melawan segala bentuk penjajahan di muka Bumi," tandasnya.

Editor: Tarmizi Hamdi

TAG:

PKS Indonesia Wakil Ketua Komandan ISF pemerintah dpr

JANGAN TERLEWAT:

Sedekah Subuh di Bulan Ramadan, Amalan Sederhana Penuh Keutamaan

BACA BERIKUTNYA:

AC Milan Gerak Cepat Datangkan Wonderkid Timnas Jerman Nicolo Tresoldi...

Komentar:

BERITALAINNYA

PKS Dorong Pendidikan Bermutu Generasi Emas, Salurkan Bantuan Pendidikan dan Apresiasi Guru Inspiratif

Sabtu, 09 Mei 2026

Prabowo Mendadak Singgah ke Posad Miangas, Sapa Prajurit Penjaga Perbatasan Indonesia-Filipina

Sabtu, 09 Mei 2026

Rakernas PERADI SAI 2026 Tegaskan Arah Baru Profesi Advokat Indonesia

Jumat, 08 Mei 2026

PFI Gelar Anugerah Pewarta Foto Indonesia ke-16 2026

Jumat, 08 Mei 2026

Prakiraan Cuaca 8-9 Mei 2026: Jabar dan Sebagian Wilayah Timur Indonesia Hujan Sangat Lebat

Jumat, 08 Mei 2026

Diaspora Indonesia Bangga Presiden Prabowo Naik Maung di Filipina

Kamis, 07 Mei 2026

BERITATERKINI

Iran Siap Serang Balik Blokade AS di Wilayah Lautnya

DUNIA

29 menit yang lalu

Pemkab Jepara Gandeng UGM Kembangkan Pariwisata dan Budaya Berbasis Teknologi

BUDAYA

1 jam yang lalu

Bahlil Pastikan Stabilitas Energi Terjaga lewat Diversifikasi

EKBIS

1 jam yang lalu

Trump Ancam Lakukan Aksi militer Jika Negosiasi dengan Iran Gagal

DUNIA

1 jam yang lalu

KDM: BUMD Jabar Siap Ambil Alih Bandung Zoo

PERISTIWA

2 jam yang lalu