Pertemuan Prabowo dan Albanese: Pendidikan dan Ekonomi Jadi Fokus Kerja Sama Indonesia-Australia
Sumber Foto: tvOneNews
Poros Berita

Pertemuan Prabowo dan Albanese: Pendidikan dan Ekonomi Jadi Fokus Kerja Sama Indonesia-Australia

Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menerima kunjungan Perdana Menteri Australia Anthony Albanese di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, pada Jumat, 6 Februari 2026. Pertemuan ini menjadi kesempatan penting untuk menegaskan komitmen kedua negara dalam memperdalam kemitraan strategis, dengan fokus utama pada sektor pendidikan dan ekonomi.

PM Albanese tiba di Istana Merdeka pada pukul 09.03 WIB, diiringi dengan pengawalan ketat oleh pasukan berkuda dan kendaraan pengamanan. Setibanya, Presiden Prabowo langsung menyambutnya, diiringi dengan lagu kebangsaan kedua negara.

Peningkatan Hubungan Bilateral

Data dari Departemen of Foreign Affairs and Trade (DFAT) Pemerintah Australia menunjukkan bahwa hubungan antara Indonesia dan Australia semakin kuat dalam beberapa tahun terakhir. Hal ini terlihat dari meningkatnya arus pelajar, ekspansi kerja sama perguruan tinggi, serta lonjakan signifikan dalam nilai perdagangan dan investasi antara kedua negara.

Pendidikan Sebagai Jangkar Utama

Sektor pendidikan tetap menjadi pilar utama dalam hubungan kedua negara. Pada tahun 2025, sekitar 24.000 mahasiswa Indonesia tercatat menempuh pendidikan di Australia. Secara keseluruhan, lebih dari 200.000 warga Indonesia telah mengenyam pendidikan di Australia, menjadikannya salah satu penyumbang mahasiswa internasional terbesar di negara tersebut.

Pemerintah Australia menyediakan sekitar 220 beasiswa dan program jangka pendek setiap tahun melalui skema Australia Awards Indonesia. Selain itu, sejumlah universitas Australia juga mulai memperluas kehadiran mereka di Indonesia dengan membuka kampus dan program kolaboratif, seperti Monash University di Jakarta, Western Sydney University di Surabaya, dan Deakin University di Bandung.

Inisiatif Kerja Sama Pendidikan

Kerja sama di bidang pendidikan tidak hanya terbatas pada pendidikan tinggi, tetapi juga mencakup pendidikan dasar dan menengah. Program Australia-Indonesia BRIDGE School Partnerships mempertemukan sekolah-sekolah dari kedua negara untuk berkolaborasi dalam pembelajaran, pelatihan guru, dan pertukaran praktik terbaik.

Sementara itu, program INOVASI (Innovation for Indonesian School Children) akan memasuki fase ketiga pada periode 2024-2027 dengan pendanaan sebesar 55 juta dolar Australia, yang berfokus pada penguatan literasi dan numerasi anak sekolah di Indonesia.

Di jenjang pendidikan tinggi, kolaborasi semakin diperluas melalui skema joint campus dan joint program untuk mendorong riset dan inovasi bersama. Berbagai program beasiswa juga dilanjutkan, termasuk Australia Awards Scholarship, LPDP-Australia Awards, serta Australia-Indonesia Youth Exchange Program, yang menekankan pertukaran pemuda dan pengembangan kepemimpinan.