Peningkatan Konsultasi Bedah Estetika Payudara di Jakarta
Sumber Foto: ANTARA News Megapolitan
Lifestyle

Peningkatan Konsultasi Bedah Estetika Payudara di Jakarta

Jakarta (ANTARA) - Tren bedah estetika global terus meningkat. Data International Society of Aesthetic Plastic Surgery (ISAPS) menunjukkan prosedur pembesaran payudara (breast augmentation) konsisten masuk lima besar tindakan bedah estetika terbanyak di dunia, dengan jutaan prosedur dilakukan setiap tahun.

Di kawasan Asia Tenggara, peningkatan permintaan terlihat dalam lima tahun terakhir seiring naiknya kesadaran body confidence, pemulihan pasca melahirkan, serta kebutuhan rekonstruksi medis.

Di Indonesia, tren ini tercermin dari meningkatnya konsultasi di sejumlah klinik bedah plastik Jakarta, khususnya untuk prosedur pembesaran payudara dalam dua tahun terakhir pada pasien usia 25-40 tahun.

Menurut dr. Beni Herlambang, SpBP-RE, dokter spesialis bedah plastik rekonstruksi dan estetik di Revere Clinic, kebutuhan pasien tidak hanya bersifat kosmetik.

"Breast augmentation bukan sekadar prosedur estetika. Sebagian pasien ingin mengembalikan bentuk tubuh pasca melahirkan atau setelah perubahan berat badan signifikan. Ada pula pasien rekonstruksi pasca mastektomi yang memerlukan pendekatan medis lebih personal," ujarnya.

la menambahkan, pasien kini semakin selektif memilih klinik bedah plastik Jakarta. Keamanan prosedur, transparansi risiko, legalitas praktik, dan kompetensi dokter menjadi pertimbangan utama.

ISAPS mencatat peningkatan prosedur estetika pascapandemi dipicu faktor sosial, kemajuan teknologi medis, dan akses informasi digital. Para ahli menegaskan setiap tindakan harus melalui evaluasi medis menyeluruh dan diskusi risiko secara transparan.

Pendekatan komprehensif mulai dari konsultasi personal, pemeriksaan pra-operasi, hingga pemantauan pascatindakan menjadi standar dalam praktik klinik bedah plastik Jakarta modern. Seiring meningkatnya keterbukaan masyarakat terhadap prosedur estetika, tren ini diperkirakan terus tumbuh.