Pengukuhan Lima Guru Besar, UMS Perkuat Posisi Sebagai Pusat Intelektual
Sumber Foto: Universitas Muhammadiyah Surakarta
Poros Berita

Pengukuhan Lima Guru Besar, UMS Perkuat Posisi Sebagai Pusat Intelektual

Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) mengukuhkan lima guru besar dalam sebuah Sidang Senat Terbuka yang diadakan pada Selasa, 20 Januari 2023, di Edutorium KH. Ahmad Dahlan UMS. Acara tersebut dihadiri oleh jajaran pimpinan universitas, para guru besar UMS, serta keluarga dan kolega dari para profesor yang dikukuhkan.

Prosesi pengukuhan dimulai dengan pembacaan ayat suci Al-Qur'an dan doa, menciptakan suasana khidmat dan penuh kekhusyukan. Kegiatan ini juga menandai penguatan tradisi akademik UMS serta kontribusi nyata dalam pengembangan ilmu pengetahuan lintas disiplin.

Daftar Lima Guru Besar yang Dikukuhkan

Lima guru besar yang diresmikan berasal dari berbagai bidang keilmuan strategis, yaitu:

  • Prof. Dr. Ir. Suranto, S.T., M.M., M.Si. dengan karya berjudul “Inkubator Bisnis Berbasis Teknologi (Technopreneurship), Menuju Kemandirian Lulusan (Potensi dan Tantangannya)” sebagai Guru Besar UMS ke-66.
  • Prof. Ir. Eko Setiawan, S.T., M.T., Ph.D. dengan karya “Hidup Berdampingan dengan Risiko Bencana: Ikhtiar Menuju Masyarakat Tangguh Bencana” sebagai Guru Besar UMS ke-67.
  • Prof. Heru Supriyono, S.T., M.Sc., Ph.D. dengan karya “Aplikasi Instrumentasi dan Kendali dalam Berbagai Bidang di Era Internet of Things (IoT) untuk Mendukung Pembangunan Berkelanjutan” sebagai Guru Besar UMS ke-68.
  • Prof. Dr. Umi Budi Rahayu, SST.FT., Ftr., M.Kes. dengan karya “Neurorestorasi Pasca Stroke: Strategi Fisioterapi untuk Meningkatkan Fungsi Optimal” sebagai Guru Besar UMS ke-69.
  • Prof. Andri Nirwana, S.Th., M.Ag., Ph.D. dengan karya “Ilmu Tafsir dan Tanggung Jawab Etika Kebangsaan: Membaca Asta Cita dalam Horizon Al-Qur’an” sebagai Guru Besar UMS ke-70.

Setelah pembacaan Surat Keputusan Guru Besar dan daftar riwayat hidup oleh Sekretaris Senat UMS, Prof. Dr. Anam Sutopo, M.Hum., acara dilanjutkan dengan pemutaran video profil dan pidato singkat dari para guru besar.

Prosesi pengukuhan dilakukan melalui pembacaan naskah pengukuhan oleh Ketua Senat, dilanjutkan dengan pengalungan samir guru besar oleh Rektor UMS bersama Ketua Senat, Prof. Dr. Absori, S.H., M.Hum.

Pernyataan Pimpinan dan Apresiasi

Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah VI Jawa Tengah, Prof. Dr. Aisyah Endah Palupi, M.Pd., menekankan bahwa UMS memiliki potensi besar dalam menambah jumlah guru besar, mengingat saat ini tercatat 856 dosen di universitas tersebut.

“Capaian jabatan guru besar kini tidak lagi dibatasi usia. Diharapkan, para profesor dapat memberikan dampak dan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya.

Koordinator Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta (Kopertais) Wilayah X Jawa Tengah, Prof. Dr. H. Nizar, M.Ag., menegaskan pentingnya tanggung jawab moral dan sosial dari seorang guru besar. Ia menyatakan bahwa mereka harus berperan sebagai pemimpin intelektual yang aktif menyebarluaskan keilmuan di berbagai forum.

Rektor UMS, Prof. Dr. Harun Joko Prayitno, M.Hum., menyampaikan rasa syukur atas pengukuhan lima guru besar tersebut dan mendorong percepatan capaian melalui visi One UMS One Guru Besar. Ia juga mengajak sivitas akademika untuk mengimplementasikan ilmu pengetahuan secara kolaboratif dan berdampak.

Ketua Majelis Pendidikan Tinggi, Penelitian, dan Pengembangan (Diktilitbang) Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Prof. Dr. Bambang Setiaji, M.Si., memberikan apresiasi atas capaian UMS sebagai perguruan tinggi Muhammadiyah dengan jumlah guru besar terbanyak, serta menekankan pentingnya integrasi keilmuan dengan nilai-nilai Islam.

Pengukuhan lima guru besar ini menjadi momentum penting bagi UMS dalam memperkuat perannya sebagai poros intelektual Muhammadiyah dan Indonesia, serta meneguhkan komitmen dalam pengembangan ilmu pengetahuan yang berorientasi pada kemaslahatan umat dan bangsa.