Pendidikan Sebagai Pilar Utama Menuju Visi Indonesia Emas 2045
Sumber Foto: MetroTVNews.com
Poros Berita

Pendidikan Sebagai Pilar Utama Menuju Visi Indonesia Emas 2045

Jakarta - Sejarah kebangkitan Jepang setelah peristiwa bom atom di Hiroshima menjadi pelajaran berharga bagi Indonesia dalam mewujudkan mimpi Indonesia Emas 2045. Menurut anggota Komisi II DPR dari Fraksi Gerindra, Azis Subekti, kunci utama kebangkitan sebuah bangsa tidak terletak pada kekuatan militer atau cadangan logistik, melainkan pada keberlanjutan pendidikan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia sejak dini.

Azis menegaskan pentingnya pendidikan berkelanjutan yang tidak hanya sekadar janji, tetapi juga diwujudkan melalui tindakan nyata. Dia menyatakan bahwa Jepang memastikan anak-anak tumbuh dengan gizi yang memadai, sekolah tersedia hingga ke tingkat komunitas terkecil, dan pengetahuan dapat diakses secara luas.

Di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, Indonesia kini menempatkan pendidikan sebagai poros utama dalam pembangunan nasional. Salah satu inisiatif konkret yang diambil adalah program penyediaan makanan bergizi gratis bagi pelajar dan santri, yang dianggap sebagai prasyarat untuk mengembangkan kecerdasan generasi mendatang dan memutus rantai ketertinggalan.

“Langkah ini sejalan dengan perluasan akses pendidikan melalui peningkatan jumlah penerima beasiswa, agar pendidikan tidak lagi menjadi hak istimewa bagi mereka yang mampu secara ekonomi. Selain itu, perbaikan sekolah-sekolah yang rusak tidak hanya berfokus pada bangunan fisik, tetapi juga pada pemulihan martabat ruang belajar,” terang Azis.

Visi Indonesia Emas juga diperkuat dengan pembangunan sekolah rakyat berasrama gratis dan kerjasama pendidikan tinggi dengan universitas-universitas terkemuka di Inggris. Langkah ini bertujuan untuk memperkecil kesenjangan antara sumber daya manusia dalam negeri dan pusat ilmu pengetahuan global, serta menyiapkan pemimpin yang memiliki disiplin dan karakter yang kuat.

Azis menekankan pentingnya peran kolektif antara pemerintah, guru, orang tua, dan dunia usaha dalam menciptakan momentum pembangunan manusia. Ia yakin bahwa pembangunan dari hulu ke hilir, mulai dari pemenuhan gizi hingga peningkatan lingkungan belajar yang layak, akan memastikan Indonesia Emas ditopang oleh individu-individu yang berpikir jernih dan bertanggung jawab terhadap bangsanya.