Pelatihan Pengembangan Diri di Sarolangun: Menggali Potensi Anak Muda di Era Digital
Sumber Foto: BERITAJAMBI.CO
Poros Berita

Pelatihan Pengembangan Diri di Sarolangun: Menggali Potensi Anak Muda di Era Digital

Sarolangun — Pada Sabtu, 7 Februari 2026, puluhan anak muda dari berbagai latar belakang, termasuk mahasiswa, mengikuti kegiatan pelatihan pengembangan diri yang diselenggarakan di Kabupaten Sarolangun. Acara ini menghadirkan Coach Noe, seorang penulis dan pelatih transformasi diri, sebagai pembicara utama.

Materi yang disampaikan mencakup penggalian potensi diri, pembangunan personal branding, serta pengoptimalan penggunaan media sosial dalam Era Digital 5.0. Coach Noe mengajak peserta untuk memahami bahwa setiap individu memiliki titik temu antara bakat, minat, nilai hidup, dan kontribusi yang bisa diberikan kepada masyarakat.

“Potensi itu bukan sekadar ditemukan, tetapi juga dibentuk. Melalui disiplin, kebiasaan unggul, dan keberanian untuk menampilkan nilai diri secara positif di ruang digital,” ungkap Coach Noe di hadapan peserta.

Dia juga menekankan bahwa personal branding bukan hanya tentang pencitraan, melainkan kejujuran dalam menampilkan kualitas diri yang terus berkembang.

Strategi Media Sosial di Era Digital

Pada sesi pengoptimalan media sosial, peserta dibekali dengan strategi praktis untuk membangun konten yang edukatif, berdampak, dan relevan dengan kebutuhan audiens saat ini. Materi yang dibahas meliputi penentuan positioning diri, pemahaman algoritma, dan cara membangun komunitas audiens yang loyal.

Acara ini mengusung tema "Level Up Komunikasi Digital: Optimasi Medsos Berbasis AI" dan diinisiasi oleh DPD PKS Sarolangun. Ketua DPD PKS Kabupaten Sarolangun, Afrizal, SH, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk mendorong generasi muda agar tidak hanya aktif di dunia digital, tetapi juga memiliki arah yang jelas dalam memanfaatkan potensi mereka.

“Kami berharap forum ini mampu membuka wawasan anak muda Sarolangun untuk lebih percaya diri dalam menggali potensi diri, membangun karakter, dan memanfaatkan media sosial sebagai sarana kontribusi positif,” ujarnya.

Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan berlangsung, dengan diskusi yang interaktif dan banyaknya pertanyaan seputar pengembangan diri dan strategi membangun reputasi di media sosial. Salah satu peserta mengungkapkan, “Materinya sangat relevan dengan kondisi kami. Saya jadi lebih paham tentang cara menemukan potensi diri dan bagaimana menampilkannya secara positif di media sosial.”

Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi pemicu lahirnya lebih banyak anak muda Sarolangun yang berdaya, percaya diri, dan mampu membangun pengaruh positif di masyarakat. Menurut Coach Noe, forum seperti ini bukan hanya sekadar berbagi ilmu, tetapi juga merupakan upaya untuk menumbuhkan generasi yang sehat, produktif, dan berdampak.

“Ketika anak muda menemukan arah potensinya, mereka tidak hanya mengubah hidup mereka sendiri, tetapi juga dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi lingkungan sekitar,” tutupnya.