Paslon 01 DEMA UIN Imam Bonjol Padang Soroti Lima Poros dalam Visi Misi
Sumber Foto: LPM Suara Kampus
Poros Berita

Paslon 01 DEMA UIN Imam Bonjol Padang Soroti Lima Poros dalam Visi Misi

Forum bedah visi dan misi yang diselenggarakan oleh Senat Mahasiswa (SEMA) Universitas Islam Negeri (UIN) Imam Bonjol Padang berlangsung di Gedung J pada Jumat, 20 Februari 2026. Dalam kesempatan ini, pasangan calon (Paslon) 01 menekankan pentingnya penguatan manajemen internal dan lima poros misi yang diusung, serta menyoroti pentingnya komunikasi antara birokrasi dan mahasiswa.

Calon Wakil Presiden Mahasiswa, Afdal Salputra, mengungkapkan bahwa pembenahan organisasi harus dimulai dari dalam. “Kami ingin memastikan DEMA-U memiliki manajemen internal yang kuat sehingga roda perbaikan bisa berputar tanpa hambatan teknis,” ujarnya.

Afdal menambahkan bahwa saat ini DEMA-U memerlukan kepemimpinan yang saling melengkapi antara visi strategis dan eksekusi taktis. “Kami ingin memastikan setiap poros berjalan sinkron, baik secara administrasi maupun organisasi,” lanjutnya.

Dalam pencalonannya, Afdal mengungkapkan pengalamannya sebagai pengurus DEMA Fakultas Syari’ah periode 2025 yang membentuk pemahamannya tentang manajemen organisasi dan dinamika birokrasi kampus. “Peran saya sebagai Uda Literasi Duta Kampus 2025 juga melatih kemampuan representasi dan komunikasi,” tuturnya.

Paslon 01, yang terdiri dari Afdal Salputra dan Ulil Amri, mengusung visi untuk menjadikan DEMA sebagai roda perbaikan bagi kampus dengan lima misi yang jelas:

  • Poros Pergerakan (Responsif): Menghadirkan gerakan mahasiswa yang responsif, kritis, dan konsisten dalam menyikapi persoalan kampus, daerah, dan nasional.
  • Poros Pemberdayaan (Organisatoris): Memperkuat kapasitas mahasiswa melalui sistem kaderisasi dan tata kelola organisasi yang profesional.
  • Poros Pengabdian (Dinamis): Mengaktualisasikan peran DEMA dalam pengabdian kepada masyarakat melalui program yang relevan.
  • Poros Advokasi (Aspiratif): Menjadikan DEMA sebagai ruang aspirasi mahasiswa dengan sistem advokasi yang transparan dan berkeadilan.
  • Poros Kebudayaan Internal: Menumbuhkan budaya gotong royong dan progresif dalam organisasi kemahasiswaan.

Untuk mengatasi persoalan internal, Afdal menyatakan bahwa setiap gagasan akan diuji melalui indikator capaian agar program dapat dipertanggungjawabkan. “Kami memastikan roda perbaikan memiliki bahan bakar yang kuat dan berkelanjutan,” jelasnya. Ia juga menegaskan bahwa pembagian peran antara dirinya dan Ulil telah disepakati, di mana Ulil fokus pada kebijakan strategis dan dirinya pada implementasi teknis.

Afdal berharap agar DEMA-U periode 2026 dapat menjadi organisasi yang dirasakan kehadirannya oleh mahasiswa. “Kami ingin DEMA menjadi organisasi yang dirindukan karena keberpihakan yang nyata dan pelayanan yang tulus,” tutupnya.