Longsor di Jalan Poros Latuppa-Bastem Palopo: Akses Terputus dan Tiga Kendaraan Tertimbun
Sumber Foto: Berita Bersatu
Poros Berita

Longsor di Jalan Poros Latuppa-Bastem Palopo: Akses Terputus dan Tiga Kendaraan Tertimbun

PALOPO – Wilayah Palopo kembali dilanda bencana alam ketika ruas jalan vital Poros Latuppa-Bastem mengalami longsor masif sepanjang satu kilometer. Peristiwa yang terjadi pada Jumat malam, 21 November 2025, tersebut dipicu oleh hujan deras yang terus mengguyur kawasan pegunungan.

Longsor Menyebabkan Kerusakan Parah

Material tanah dan batu yang longsor tidak hanya memutus akses jalan, tetapi juga menyebabkan kerusakan parah pada badan jalan. Akibatnya, masyarakat mengalami kesulitan untuk melintas dan melaksanakan aktivitas sehari-hari.

Tiga Kendaraan Terjebak

Saat longsor terjadi, tiga sepeda motor dilaporkan sedang melintas di lokasi tersebut. Beruntung, para pengendara berhasil menyelamatkan diri sebelum tertimbun sepenuhnya. Meskipun kendaraan mereka kini terkurung di bawah timbunan material longsor, tidak ada korban jiwa yang dilaporkan dalam insiden ini.

Dampak Terhadap Masyarakat

Terputusnya akses jalan ini menimbulkan kekhawatiran besar, terutama bagi warga Bastem yang kini terisolasi. Jalan Poros Latuppa-Bastem merupakan jalur utama bagi kegiatan ekonomi dan sosial di wilayah tersebut.

Harapan untuk Penanganan Segera

Masyarakat setempat menaruh harapan besar kepada Pemerintah Kota Palopo dan Pemerintah Daerah Luwu untuk segera mengambil tindakan. Mereka mendesak agar alat berat dikerahkan untuk proses evakuasi material longsor dan perbaikan jalan demi memulihkan akses transportasi.

“Kami memohon agar pemerintah segera bertindak. Akses ini sangat penting bagi kami. Anak-anak tidak bisa sekolah, dan kami tidak bisa membawa hasil bumi keluar,” ungkap Rezki, seorang warga yang juga melaporkan kejadian ini.

Koordinasi untuk Penanganan Bencana

Hingga berita ini diturunkan, tim terkait masih berkoordinasi untuk menentukan langkah cepat dalam penanganan bencana alam yang telah melumpuhkan sebagian wilayah Palopo ini.