Kutim menjadi Pusat Kualifikasi, 94 Atlet Berjuang untuk Jatah Porprov Kurash 2025
SANGATTA – Babak Kualifikasi (BK) untuk Porprov Kurash Kalimantan Timur (Kaltim) 2025 resmi dibuka oleh Bupati Kutai Timur, Ardiansyah Sulaiman, di Gedung Beladiri Kudungga, Sangatta, pada Jumat (12/12/2025). Acara ini menandai langkah awal penting bagi ratusan atlet yang berusaha meraih tempat di ajang olahraga bergengsi tahun depan.
Peserta dan Pertandingan
Gelaran BK ini melibatkan 94 atlet yang berasal dari 10 kabupaten/kota, yaitu Kutim, Samarinda, Balikpapan, Bontang, Kutai Kartanegara, Berau, Kutai Barat, Mahakam Ulu, Penajam Paser Utara, dan Paser. Para atlet akan berkompetisi di 16 kelas putra dan putri, yang mencakup kategori mulai dari ringan hingga berat. Pertandingan berlangsung dari 10 hingga 14 Desember 2025, menjadi ajang seleksi terakhir sebelum menuju Porprov Kaltim 2025.
Pujian atas Penyelenggaraan
Ferkushi Kaltim memberikan apresiasi terhadap kesiapan Kutim dalam menyelenggarakan BK. Edi Sopian, perwakilan Ferkushi, menyatakan bahwa pelaksanaan BK berjalan rapi dan menunjukkan peningkatan minat masyarakat terhadap olahraga kurash.
- “Pelaksanaan BK di Kutim selama dua hari ini berjalan tertib dan terorganisasi dengan sangat baik. Kami berharap melalui babak kualifikasi ini muncul bibit-bibit baru kurash Kaltim yang mampu bersaing di tingkat nasional,” ucapnya.
Sementara itu, KONI Kaltim juga memberikan dukungan positif. Abdulrahman menilai peningkatan jumlah peserta sebagai tanda baik untuk perkembangan olahraga kurash di wilayah tersebut.
- “Tahun ini jumlah peserta meningkat dibanding sebelumnya, dan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus memperbaiki penyelenggaraan. Semoga seluruh rangkaian pertandingan berjalan lancar hingga hari terakhir dan mampu menghasilkan atlet-atlet terbaik untuk Porprov Kaltim,” imbuhnya.
Pernyataan Bupati Kutim
Pada saat pembukaan, Bupati Ardiansyah Sulaiman menegaskan bahwa Kutim tidak hanya berperan sebagai tuan rumah, tetapi juga berkomitmen dalam penguatan olahraga kurash di Benua Etam. Ia menekankan pentingnya nilai-nilai yang diajarkan oleh olahraga ini.
- “Kurash adalah olahraga yang mengajarkan kedisiplinan, keberanian, dan kejujuran. Nilai-nilai ini sejalan dengan pembentukan karakter generasi muda Kutim,” ujarnya.
Ardiansyah juga mengingatkan para atlet bahwa keberhasilan dalam kompetisi adalah hasil dari kesungguhan dan konsistensi, bukan sekadar keberuntungan.
BK Porprov Kurash Kaltim 2025 menjadi momen krusial yang menghubungkan kompetisi, pembinaan, dan penguatan ekosistem olahraga di Kaltim. Para atlet yang berpartisipasi di Kudungga kini menatap Porprov Kaltim 2025 dengan harapan untuk meraih prestasi di tingkat yang lebih tinggi.




