Kondisi Jalan Poros Sinjai-Malino Memprihatinkan, Warga Desak Tindakan Pemerintah
Sinjai Barat – Jalan poros penghubung antara Sinjai dan Malino, khususnya di Desa Botolempangan, Kecamatan Sinjai Barat, mengalami kerusakan yang parah. Dalam pemantauan yang dilakukan pada Sabtu (18/10), kondisi jalan terlihat sangat memperihatinkan dengan banyaknya lubang, genangan air, serta batu-batu berserakan. Ditambah dengan tumbuhnya rumput liar yang menjalar ke badan jalan, akses ini menjadi berbahaya bagi pengendara.
Di malam hari, minimnya penerangan jalan membuat situasi semakin rawan. Warga diharuskan untuk lebih berhati-hati saat melintasi area tersebut, di mana seringkali terjadi kecelakaan tunggal akibat kondisi jalan yang tidak layak untuk digunakan. Hal ini menjadi ironis mengingat tengah maraknya klaim pemerintah mengenai kemajuan sektor pertanian dan pariwisata di Sinjai Barat dan Tengah.
Wilayah ini dikenal sebagai sentra pangan strategis nasional, dengan produk unggulan seperti sayuran dari Gunung Perak, sawah produktif di Manipi, serta komoditas ekspor seperti cengkeh, porang, kopi, pala, dan cokelat. Selain itu, potensi pariwisata di daerah ini sangat menjanjikan, dengan destinasi seperti Kampung Galung dan Gunung Bawakaraeng.
Namun, semua potensi tersebut terhambat oleh masalah klasik yang tidak kunjung teratasi: infrastruktur jalan yang diabaikan. Hingga kini, belum ada tanda-tanda perbaikan yang dilakukan oleh pemerintah setempat. Aspirasi masyarakat tampaknya tidak didengar, dan mereka mempertanyakan, apakah harus menunggu terjadinya korban jiwa atau dampak serius terhadap ekonomi desa sebelum ada tindakan konkret dari pihak berwenang.




