Kondisi Jalan Poros Desa Bontotangnga di Gowa Dibiarkan Rusak Sejak 2016, Warga Tuntut Tindakan Pemerintah
Gowa, Sulawesi Selatan – Jalan poros Desa Bontotangnga, Kecamatan Bontolempangan, Kabupaten Gowa, telah mengalami kerusakan parah dan dibiarkan tanpa perbaikan sejak tahun 2016. Keadaan ini memicu kritikan keras dari warga setempat yang menilai Pemerintah Kabupaten Gowa telah lalai dalam menjalankan tanggung jawabnya.
Menurut keterangan warga, jalan tersebut terakhir kali diperbaiki pada tahun 2009, di era kepemimpinan Bupati Ichsan Yasin Limpo. Sejak saat itu, tidak ada upaya pemeliharaan atau peningkatan kualitas jalan, sehingga kini kondisinya sangat memprihatinkan dengan banyak lubang dan permukaan yang bergelombang.
“Kami sudah hampir satu dekade terpaksa melewati jalan yang rusak ini. Pemerintah terlihat tidak peduli. Jika bukan karena kebutuhan, mungkin kami sudah meninggalkan jalan ini,” ungkap seorang warga dengan nada penuh kekecewaan.
Jalan poros Desa Bontotangnga bukan hanya sekadar akses transportasi, tetapi juga merupakan jalur utama yang menghubungkan antarwilayah serta akses penting menuju sekolah, pasar, dan fasilitas kesehatan. Ironisnya, saat pemerintah berfokus pada pembangunan dan pemerataan, warga Desa Bontotangnga harus menghadapi kenyataan bahwa infrastruktur dasar mereka dibiarkan dalam kondisi hancur.
Tidak jarang, kondisi jalan yang rusak menyebabkan kecelakaan, terutama saat musim hujan ketika genangan air menutupi lubang-lubang. Namun, hingga kini, tidak ada langkah nyata dari Pemerintah Kabupaten Gowa untuk memperbaiki jalan tersebut.
Warga menyatakan bahwa pemerintah hanya hadir dalam bentuk janji, namun absen dalam tindakan nyata. Berbagai keluhan dan laporan yang disampaikan selama bertahun-tahun tidak pernah ditindaklanjuti.
“Kalau jalan ini berada di pusat kota, mungkin sudah lama diperbaiki. Tapi karena ini di desa, kami merasa dianaktirikan,” tambah warga lainnya.
Masyarakat Desa Bontotangnga kini mendesak Pemerintah Kabupaten Gowa, terutama Dinas PUPR dan DPRD Gowa, untuk segera melakukan peninjauan dan bertanggung jawab atas pembiaran yang telah berlangsung hampir satu dekade. Mereka mengancam akan melakukan aksi protes terbuka jika pemerintah terus mengabaikan kondisi jalan ini.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari Pemerintah Kabupaten Gowa terkait kondisi jalan poros Desa Bontotangnga.




