Kondisi Infrastruktur di Tuban: Jalan Poros Desa Mander-Plajan Mengalami Kerusakan dalam Waktu Singkat
Sumber Foto: ketik.com
Poros Berita

Kondisi Infrastruktur di Tuban: Jalan Poros Desa Mander-Plajan Mengalami Kerusakan dalam Waktu Singkat

Kabupaten Tuban, di bawah kepemimpinan Bupati Aditya Halindra Faridzky, telah menjadikan pembangunan infrastruktur sebagai prioritas utama sejak tahun 2020. Slogan "Bangun Desa Noto Kota" yang diusung pemerintah bertujuan untuk mendorong kemajuan desa dan menciptakan kota yang layak huni. Meskipun ada peningkatan sarana dan prasarana, pelaksanaan pembangunan di lapangan masih menghadapi sejumlah kendala.

Kurangnya pengawasan, rendahnya etos kerja dari konsultan dan dinas terkait, serta keterbatasan pengawasan oleh aparat penegak hukum menjadi faktor yang mempengaruhi kualitas proyek-proyek yang dibiayai oleh APBD Tuban. Beberapa kontraktor terlihat memanfaatkan situasi ini dengan melakukan pengerjaan seadanya, terutama di daerah terpencil.

Salah satu contoh nyata adalah proyek peningkatan jalan dan pembangunan tembok penahan tanah di ruas jalan poros desa Mander-Plajan, Kecamatan Tambakboyo. Meskipun proyek ini selesai dikerjakan oleh rekanan Bidang Bina Marga Dinas PUPR-PRKP Kabupaten Tuban pada November 2024, jalan tersebut kini sudah mengalami kerusakan.

Proyek dengan nilai anggaran Rp 1,1 miliar tersebut dilaksanakan oleh PT Era Jaya Bersama, namun identitas lengkap perusahaan ini tidak dapat ditemukan. Menurut salah seorang petani setempat, Jono, kerusakan jalan sudah terjadi sejak lama tanpa adanya perhatian dari pihak terkait. "Boten ngertos pak (tidak tahu pak), rusaknya sudah lama sehingga ditanam pohon sebagai petanda rusaknya cor jalan tersebut," jelas Jono.

Di sisi lain, seorang pengguna jalan bernama Wahyudi awalnya merasa bangga atas pembangunan jalan di daerahnya. Namun, kebanggaan tersebut beralih menjadi kekecewaan karena kualitas material yang digunakan dinilai buruk, menyebabkan jalan yang baru saja selesai dikerjakan kini sudah mulai rusak. "Kami sebagai warga biasa merasa senang atas dibangunnya jalan ini. Tapi sayangnya baru setahun sudah pada rusak keluar material batu kerikilnya,” ungkap Wahyudi.

Menariknya, saat penelusuran dilakukan di ruas jalan Mander-Plajan, selain menemukan proyek TPT tahun 2024 yang mengalami kerusakan, juga terlihat paket DAK tahun 2023 untuk pembangunan prasarana pertanian dari Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan Tuban. Namun, hasil dari pembangunan tersebut tampaknya tidak sesuai harapan, dengan papan informasi proyek yang dipasang di pohon jati namun hasil fisik pembangunan hampir tak terlihat.