Kondisi Infrastruktur di Tuban: Jalan Poros Desa Mander-Plajan Jebol Dalam Waktu Singkat
Sumber Foto: ketik.com
Poros Berita

Kondisi Infrastruktur di Tuban: Jalan Poros Desa Mander-Plajan Jebol Dalam Waktu Singkat

Tuban, KETIK – Pembangunan infrastruktur di Kabupaten Tuban, yang menjadi prioritas pemerintahan Bupati Aditya Halindra Faridzky sejak 2020, kini menghadapi tantangan serius. Slogan "Bangun Desa Noto Kota" yang diusung pemerintah daerah bertujuan mendorong kemajuan desa dan menciptakan lingkungan kota yang layak huni. Meskipun terdapat upaya signifikan dalam pembangunan sarana dan prasarana, pelaksanaan di lapangan menunjukkan adanya sejumlah kendala.

Minimnya pengawasan dan rendahnya etos kerja dari konsultan serta dinas terkait menjadi faktor penyebab beberapa proyek infrastruktur tidak berjalan dengan optimal. Hal ini membuka peluang bagi kontraktor untuk melaksanakan proyek dengan kualitas yang kurang memadai, terutama di daerah terpencil.

Salah satu contoh konkret dari masalah ini dapat dilihat pada proyek peningkatan jalan dan pembangunan tembok penahan tanah di ruas jalan poros desa Mander–Plajan, Kecamatan Tambakboyo. Meskipun proyek ini baru selesai dalam waktu kurang dari setahun, jalan tersebut kini sudah mengalami kerusakan yang signifikan.

Proyek dengan anggaran sebesar Rp 1,1 miliar dari APBD 2024 tersebut dikerjakan oleh PT Era Jaya Bersama. Namun, informasi mengenai identitas lengkap dan alamat kantor perusahaan rekanan ini tidak dapat ditemukan. Kerusakan pada jalan ini diduga disebabkan oleh penggunaan material yang buruk dan tidak sesuai dengan spesifikasi yang ditetapkan.

Jono, seorang petani setempat, mengungkapkan ketidaktahuan tentang kapan tepatnya jalan tersebut mulai jebol. Ia berpendapat bahwa lokasi jalan yang jauh dari keramaian membuat kerusakannya tidak terpantau oleh pihak berwenang. "Boten ngertos pak (tidak tahu pak), rusaknya sudah lama sehingga ditanam pohon sebagai petanda rusaknya cor jalan tersebut," ujarnya saat menuju ladangnya.

Sementara itu, Wahyudi, seorang pengguna jalan di Kabupaten Tuban, merasa kecewa dengan kondisi jalan yang baru setahun dinikmatinya. "Kami sebagai warga biasa, merasa senang atas dibangunnya jalan ini. Tapi sayangnya baru setahun sudah pada rusak keluar material batu kerikilnya," keluhnya saat ditemui di lokasi.

Dalam penelusuran lebih lanjut, selain proyek TPT tahun 2024 yang jebol di beberapa titik, juga ditemukan paket DAK tahun 2023 untuk pembangunan prasarana pertanian dari Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan Tuban. Keberadaan proyek-proyek ini menunjukkan adanya upaya pembangunan, namun kualitas dan keberlanjutan menjadi perhatian utama yang perlu segera ditangani oleh pemerintah daerah.