Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto Tolak Undangan Presiden, Soroti Isu Anggaran Pendidikan
Sumber Foto: TribunStyle.com
Nasional

Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto Tolak Undangan Presiden, Soroti Isu Anggaran Pendidikan

Cakra Media - Ringkasan Berita:

Ketua BEM UGM, Tiyo Ardianto mengungkap alasannya menolak undangan resmi Presiden Prabowo Subianto ke Istana pada Agustus 2025 lalu.

Tiyo menyoroti dugaan pergeseran anggaran pendidikan sebesar Rp223 triliun untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Selain itu, Tiyo juga membeberkan dinamika respons pejabat serta isu teror yang membayangi gerakan kritis mahasiswa.

TRIBUNSTYLE.COM - Sorotan publik masih mengarah ke Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Gadjah Mada (UGM), Tiyo Ardianto buntut teror yang dialami setelah mengkritik program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Baru-baru ini Tiyo Ardianto membeberkan sebuah fakta mengejutkan. Ia mengaku sempat mendapat undangan resmi untuk bertemu Presiden Prabowo Subianto di Istana pada Agustus 2025 silam.

Bukannya menyambut tawaran tersebut, Tiyo justru memilih untuk melayangkan penolakan.

Langkah ini diambil demi menjaga konsistensinya dalam mengawal kebijakan pemerintah, khususnya terkait program MBG yang terus ia kritisi.

Pengakuan tersebut diungkapkan Tiyo saat hadir dalam sebuah sesi podcast di kanal YouTube Terus Terang Media, pada Rabu malam (25/1/2026).

Dalam kesempatan itu, ia menegaskan bahwa sikap kritis yang ia tunjukkan selama ini bukanlah sekadar reaksi spontan, melainkan prinsip yang telah dipikirkan secara matang.

“Kita itu tidak tiba-tiba marah ke presiden. Kita itu sudah sejak setahun yang lalu banyak mengkritik kebijakan-kebijakan publik yang dihasilkan dari rezim Prabowo Subianto dan Gibran Rakabumi," kata Tiyo.

Sikap kritis tersebut nyatanya telah disuarakan sejak lama. Tiyo menyoroti sejumlah isu strategis, termasuk revisi UU TNI dan mekanisme mandatory spending yang erat kaitannya dengan MBG.

“Ternyata seluruh kritik yang disampaikan oleh publik itu tidak terolah dengan baik oleh pemerintah. Jadi ada jarak antara suara, telinga, dan otak," paparanya.

Di Balik Penolakan Undangan Istana

Meski kesempatan untuk bertemu langsung dengan kepala negara terbuka lebar, Tiyo justru memilih jalan berbeda. Ia secara gamblang menyatakan telah menolak undangan resmi dari Istana tersebut demi konsistensi perjuangan yang ia usung.

“Saya sudah diundang untuk ke istana di bulan Agustus dan saya menolaknya. Jadi enggak usah bicara kalau. Kita sudah pernah nolak itu.”

Ia menilai seluruh kritiknya sudah dapat diakses publik tanpa harus bertemu langsung.

“Seluruh yang kita sampaikan itu bisa ditonton sendiri oleh Presiden lewat podcast. Jadi enggak perlu ketemu," kata dia.

Tiyo Soroti Risiko Pergeseran Dana Pendidikan

Dugaan mengenai pemangkasan atau pergeseran pos anggaran pendidikan demi mendanai MBG menjadi sorotan utama Tiyo. Menurutnya, langkah ini berisiko mengganggu keberlangsungan sektor pendidikan nasional jika skema pendanaannya tidak dikelola secara transparan dan tepat sasaran.