Kerusakan Parah di Jalan Trans Sulawesi Pangkep Mengancam Keselamatan Pengendara
Sumber Foto: detikcom
Poros Berita

Kerusakan Parah di Jalan Trans Sulawesi Pangkep Mengancam Keselamatan Pengendara

Jalan Trans Sulawesi yang melintasi Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, kini dalam kondisi memprihatinkan. Kerusakan parah pada ruas jalan ini mengancam keselamatan pengendara, dengan banyaknya lubang yang mengakibatkan kecelakaan dan kerusakan kendaraan.

Kerusakan jalan ini terlihat jelas mulai dari batas Maros hingga memasuki wilayah perkotaan Pangkep, dengan banyaknya retakan dan lubang, terutama di Kelurahan Bonto Langkasa, Kecamatan Minasatene, hingga Kelurahan Tumampua, Kecamatan Pangkajene. Salah satu warga, Bahtiar, mengungkapkan, "Lubang di jalan sangat mengganggu perjalanan. Terutama saat hujan, lubang-lubang tersebut sulit terlihat."

Situasi tersebut menyebabkan Bahtiar mengalami kerugian ketika velg motornya patah akibat terperosok ke dalam lubang yang tertutup genangan air. Dia harus mengeluarkan biaya sebesar Rp 600 ribu untuk mengganti velg tersebut. Pengendara lain juga melaporkan kejadian serupa, dengan beberapa di antaranya mengalami kecelakaan akibat jalan yang rusak. "Pernah saya lihat orang jatuh dari motor karena terperosok di lubang," tambahnya.

Kerusakan jalan ini sudah berlangsung sejak November 2025 dan meskipun ada perbaikan yang dilakukan pada Desember 2025, jalan tersebut kembali mengalami kerusakan. Yuhar, seorang pemilik usaha rental mobil, juga menyatakan kekhawatirannya. Ia mengaku mobilnya pernah mengalami pecah ban karena menginjak lubang yang tidak terlihat karena tertutup air hujan. "Kita khawatir, banyak lubang di jalan yang bisa membahayakan keselamatan," ujarnya.

Menurut Kepala Satker Pelaksanaan Jalan Nasional (PJN) Wilayah III Sulsel, Malik, kerusakan ini disebabkan oleh usia jalan yang sudah lama, dengan pembangunan yang dilakukan antara tahun 2004 dan 2007. "Fondasi agregat untuk lapisan bawah jalan menjadi tidak stabil, terutama dipengaruhi oleh cuaca dan hujan," jelas Malik.

Meski pihak BBPJN Sulsel mengklaim telah melakukan penambalan jalan pada Oktober 2025, banyak pengendara yang merasakan bahwa perbaikan tersebut tidak bertahan lama. Malik menegaskan bahwa penambalan dilakukan secara bertahap dan saat ini sedang berlangsung penutupan lubang sejak 10 Januari 2026, dengan target perbaikan selesai pada akhir Februari 2026.

Dengan keadaan yang semakin mengkhawatirkan, warga dan pengendara berharap agar perbaikan jalan dilakukan secara menyeluruh dan tidak sekadar tambal sulam, demi keselamatan semua pengguna jalan.