Kebakaran Hutan dan Lahan Melanda Kubu Raya, Kalimantan Barat
Cakra Media - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi di lima desa di Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, dengan total luas lahan yang terbakar mencapai 17 hektar dalam sepekan terakhir.
Awal Kejadian
Balai Pengendalian Perubahan Iklim (BPPI) wilayah Kalimantan mencatat bahwa desa-desa yang terdampak meliputi Desa Limbung dengan luasan terbakar terbesar mencapai 8,3 hektar, diikuti oleh Desa Rasau Jaya Umum (5 hektar) dan Desa Rasau Jaya Tiga (4,5 hektar). Kebakaran terjadi di beberapa titik strategis dekat pemukiman warga.
Perkembangan
Tim Manggala Agni telah melakukan tahap mopping up atau pendinginan untuk memastikan tidak ada sisa bara api yang tersisa di lahan gambut. Sahat Irawan Manik, Kepala Seksi Wilayah II Pontianak Balai Pengendalian Karhutla Kalimantan, menyatakan bahwa Kabupaten Kubu Raya merupakan daerah rawan karhutla, terutama dengan meningkatnya jumlah titik panas dan potensi kekeringan.
Kondisi Terakhir
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperingatkan bahwa musim kemarau tahun 2026 diprediksi akan dimulai pada bulan April dengan kondisi lebih kering dibandingkan tahun sebelumnya. Sebagai langkah antisipasi, pemerintah bekerja sama dengan BMKG dan BNPB menyiapkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk menurunkan hujan buatan guna membasahi lahan gambut. Masyarakat juga diimbau untuk tidak melakukan pembukaan lahan dengan cara membakar dan melaporkan titik api kepada petugas terdekat.




