Kadin Jatim Harap KBLI 2025 Dorong Iklim Investasi dan Ekonomi
Cakra Media - Wakil Ketua Umum Bidang Hukum dan Etika Bisnis Kadin Jawa Timur Muhammad Makruf Syah berharap bahwa perubahan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) 2025 yang akan diterapkan pada 18 Juli 2026 dapat meningkatkan iklim investasi dan pertumbuhan ekonomi.
Awal Kejadian
Makruf menyatakan bahwa Kadin berupaya menjadi penghubung strategis antara pemerintah dan dunia usaha, dengan tujuan agar regulasi yang ada tidak hanya memberikan kepastian hukum, tetapi juga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi dan menciptakan lapangan kerja.
Perkembangan
Makruf menegaskan bahwa perubahan KBLI perlu menyederhanakan perizinan berbasis risiko, tidak menambah beban administrasi, mempermudah birokrasi, serta memberikan kepastian dalam menjalankan usaha. Wakil Ketua Komite Tetap Perijinan Investasi Kadin Jatim, Riswanda, menjelaskan bahwa perubahan KBLI dari versi sebelumnya bertujuan untuk menyesuaikan dengan perkembangan dunia usaha. Ia berharap implementasi KBLI 2025 tidak menghasilkan birokrasi yang lebih kompleks, agar kemudahan berusaha dapat sepenuhnya tercapai.
Riswanda juga menyoroti bahwa banyak pelaku usaha yang telah berusaha melengkapi administrasi, namun tetap harus menghadapi pemeriksaan dari berbagai instansi terkait legalitas usaha, yang menambah beban kewajiban yang sudah ada, seperti pengelolaan limbah dan kepatuhan upah minimum.
Kondisi Terakhir
Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Jawa Timur Aftabuddin Rijaluzzaman menegaskan bahwa pemerintah melalui KBLI 2025 berupaya menghadirkan regulasi yang tidak menyulitkan pelaku usaha. Ia menekankan bahwa pelaku usaha adalah penopang utama perekonomian daerah dengan kontribusi sektor industri yang signifikan. Kepala Bidang Sarana Prasarana, Pengendalian dan Pengawasan Industri (SP3I) Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Timur Edi Yuwono menambahkan bahwa penyempurnaan KBLI dilakukan untuk mengakomodasi aktivitas ekonomi baru seperti transformasi digital dan perkembangan teknologi berbasis kecerdasan buatan.




