Kadin Dorong Dunia Usaha Berperan Aktif dalam Aksesi OECD
Sumber Foto: republika.co.id
Ekonomi

Kadin Dorong Dunia Usaha Berperan Aktif dalam Aksesi OECD

Aksesi OECD kini merupakan program implementatif. Dunia usaha kini tak sekadar nonton

Rep: Frederikus Dominggus Bata/ Red: Erdy Nasrul

Foto: Antara/Mentari Dwi Gayati

Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Novyan Bakrie.

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON — Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Anindya Novyan Bakrie, menekankan peran aktif dunia usaha dalam proses aksesi Indonesia ke Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD). Kadin mendorong sektor swasta tidak hanya menjadi penonton, tetapi turut berkontribusi dalam reformasi kebijakan dan penerapan standar internasional.

Anin menyampaikan hal ini saat memberikan keynote remarks pada Kadin Indonesia x Growth Gateway Roundtable di kantor Boston Consulting Group (BCG) London, Senin (19/1/2026) waktu setempat. Kadin berperan sebagai penghubung terorganisasi antara kementerian, sekretariat, dan pelaku industri untuk menghimpun masukan sektoral serta mencegah fragmentasi pesan.

Baca Juga

PSSI Akan Umumkan Apparel Baru Timnas Indonesia pada Jumat

DPRD Bali Setujui Raperda Penambahan Modal Daerah ke BPD Bali

Integrasi Wisata Kota Tua dan Pecinan Glodok Didukung Wali Kota Jakarta Barat

“Selama satu tahun terakhir, Indonesia telah berpindah dari tahap niat ke tahap pelaksanaan. Aksesi OECD kini merupakan program implementatif dan dunia usaha tidak bisa hanya menjadi penonton. Proses ini akan sangat relevan bagi komunitas bisnis Indonesia,” ujar Ketum Kadin Indonesia, dikutip Rabu (21/1/2026).

Kadin mengoperasionalkan keterlibatan sektor swasta melalui pembentukan private sector OECD accession working group lintas sektor, dengan fokus pada klaster yang selaras dengan domain OECD seperti investasi, persaingan usaha, tata kelola perusahaan, praktik bisnis bertanggung jawab, dan lingkungan. Anin menegaskan peran ini penting untuk memperkuat kredibilitas kebijakan, meningkatkan daya saing, serta memastikan pertumbuhan jangka panjang yang inklusif.

“Ketiga, Kadin mendukung tahap akhir implementasi reformasi melalui sosialisasi dan penguatan kapasitas perusahaan, termasuk rantai pasok dan UMKM, guna mengidentifikasi dampak yang tidak diinginkan sejak dini serta mendorong adopsi sukarela praktik tata kelola dan bisnis yang bertanggung jawab untuk membangun kepercayaan pasar,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Anin juga menyoroti kemitraan ekonomi Inggris–Indonesia. Nilai perdagangan kedua negara tercatat mencapai 3,9 miliar dolar AS hingga kuartal II 2025, tumbuh 12,2 persen secara tahunan. Namun posisi Indonesia masih berada di peringkat ke-54 sebagai mitra dagang Inggris.

“Sebagai komunitas bisnis, kami melihat ruang yang sangat besar untuk peningkatan. Dengan kerangka komersial yang jelas, kemitraan ini dapat berkembang jauh melampaui capaian saat ini,” ujar dia.

Utusan Khusus Presiden untuk Bidang Iklim dan Energi sekaligus Ketua Dewan Penasihat Kadin Indonesia, Hashim S. Djojohadikusumo, menekankan pentingnya dukungan besar bagi ekonomi Indonesia agar mampu tumbuh lebih tinggi. Aksesi OECD menjadi salah satu upaya strategis untuk mencapai hal tersebut.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI, Airlangga Hartarto, menegaskan komitmen pemerintah mempercepat proses aksesi OECD sebagai bagian dari transformasi ekonomi menuju Indonesia Emas 2045. Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia, Shinta W. Kamdani, menyoroti pentingnya pembiayaan inovatif, termasuk blended finance, serta pengembangan green jobs sebagai bagian dari agenda transisi hijau Indonesia.

Ikuti Whatsapp Channel Republika

sumber : Antara

Advertisement

oecd

Organisation for Economic Co-operation and Development

kadin

dunia usaha

ramah lingkungan

kunjungan presiden ke london

Berita Terkait

Ekonomi - 02 March 2026, 17:14

Dorong Green Mining, PLN Salurkan 23.040 Unit REC ke PT Borneo Indobara

News - 19 February 2026, 15:01

Strategi Menyejahterakan Rakyat Sekaligus Melestarikan Hutan

Ekonomi - 10 February 2026, 18:54

Kadin Dorong Penguatan Kerja Sama Investasi dengan Cina dan Hong Kong

Ekonomi - 10 February 2026, 17:06

Kadin Dukung Reformasi Tata Kelola Pasar Modal Indonesia

Ekonomi - 05 February 2026, 22:05

Luncurkan e-Vitara, Suzuki Lengkapi Ragam Kendaraan Elektrifikasi di Indonesia

News - 05 February 2026, 19:33

Ngerti Hukum, Bisnis Aman! Anak Hukum Bisnis Udah Siap dari Kampus

Ekonomi - 03 February 2026, 10:02

Inggris Bakal Bantu Indonesia Bikin 1.500 Kapal Nelayan, Kadin Siap Dukung

Ekonomi - 02 February 2026, 18:47

BPK dan Swiss Kerja Sama Perkuat Akuntabilitas Sektor Publik

Berita Lainnya

Esgnow - Ahad , 08 Mar 2026, 13:00 WIB

Kasus Bullying Marak, Pencegahan di Sekolah Didorong Sejak Dini

Esgnow - Sabtu , 07 Mar 2026, 23:26 WIB

Pertamina Patra Niaga Siapkan 100 Motor untuk Ojol Lewat Program BOOM Berkah Ojek Online MyPertamina

Esgnow - Sabtu , 07 Mar 2026, 18:36 WIB

IESR Ungkap Pentingnya Penerapan BBM Euro 4 untuk Kesehatan dan Lingkungan

Esgnow - Sabtu , 07 Mar 2026, 17:37 WIB

Pertamina Patra Niaga Perkuat Program TJSL Berbasis Pemberdayaan Perempuan di Seluruh Indonesia

Esgnow - Sabtu , 07 Mar 2026, 06:03 WIB

Bahlil Ingin Kebut Konversi Motor Bensin Jadi Motor Listrik, Ini Rekam Jejak Programnya