Jawa Tengah Siap Menjadi Pusat Pekerja Migran Profesional
Cakra Media - Jawa Tengah bersiap mengubah arah pengiriman tenaga kerja internasional dengan fokus pada pencetakan Pekerja Migran Indonesia (PMI) sektor profesional yang kompeten dan terlindungi. Hal ini disampaikan oleh Gubernur Ahmad Luthfi saat menerima Wakil Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Dzulfikar Ahmad Tawalla, di Kantor Gubernur.
Awal Kejadian
Gubernur Ahmad Luthfi menyatakan komitmen strategis ini sebagai bagian dari dukungan terhadap visi Presiden Prabowo Subianto dalam mengoptimalkan penempatan 500.000 tenaga profesional Indonesia di luar negeri. Jawa Tengah dikenal sebagai salah satu basis terbesar pengiriman PMI, dengan data menunjukkan peningkatan jumlah tenaga kerja dari 17.440 orang pada 2021 menjadi 62.276 orang pada 2025.
Perkembangan
Wilayah penyumbang utama PMI dari Jawa Tengah antara lain Cilacap, Kendal, Brebes, dan Kebumen. Gubernur Luthfi menekankan pentingnya memastikan pekerja migran berangkat dengan prosedur resmi untuk menghindari korban dari pihak yang tidak bertanggung jawab. Ia menyatakan bahwa jika ekosistemnya tertata, perlindungan terhadap pekerja migran akan lebih kuat. Untuk mendukung ini, Jawa Tengah memanfaatkan ekosistem pendidikan dengan daya tampung gabungan dari Balai Latihan Kerja (BLK), SMK, hingga politeknik mencapai 1,2 juta orang, yang akan digunakan untuk melatih keterampilan teknis, penguasaan bahasa asing, dan pemahaman budaya negara tujuan.
Kondisi Terakhir
Wakil Menteri P2MI, Dzulfikar Ahmad Tawalla, memberikan apresiasi terhadap kesiapan sarana prasarana di Jawa Tengah dan menilai pemetaan potensi daerah sebagai langkah awal yang penting. Menurutnya, daya tampung lembaga vokasi di Jawa Tengah memberikan modal besar bagi Indonesia untuk menempatkan tenaga kerja di sektor profesional di pasar dunia.




