Investasi Swasta di IKN Capai Rp72 Triliun Hingga 2026
Cakra Media - PENAJAM PASER UTARA, Lingkar.ne ws – Investasi swasta masuk ke Ibu Kota Nusantara (IKN) yang dibangun di sebagian wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kabupaten Kutai Kartanegara, Provinsi Kalimantan Timur, tercatat lebih kurang Rp72 triliun hingga awal 2026.
“Perkembangan investasi di IKN terus menunjukkan tren positif,” ujar Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono, Kamis (26/2/2026), ketika ditanya menyangkut investasi pembangunan IKN di Sepaku, Penajam Paser Utara.
Komitmen 57 Perusahaan di IKN
Hingga awal 2026, tercatat sebanyak 57 perusahaan telah menyatakan komitmen investasi di ibu kota negara baru Indonesia tersebut. Nilai investasi swasta murni yang masuk mencapai sekitar Rp72 triliun.
Basuki menegaskan, hal itu mencerminkan tumbuhnya kepercayaan masyarakat dan pelaku usaha terhadap pembangunan IKN. Otorita IKN juga memastikan kemudahan proses perizinan serta pendampingan bagi investor agar proyek berjalan lebih cepat dan tepat sasaran.
Fasilitas Komersial dan Publik Dibangun
Investasi yang ditandatangani pada 2026 difokuskan pada pembangunan fasilitas komersial dan layanan publik. Proyek tersebut mencakup pusat perbelanjaan, kawasan kuliner, hingga fasilitas olahraga yang tersebar di Wilayah Pengembangan (WP) 1A dan 1C.
Pembangunan dilakukan oleh PT Panca Karya Sentosa, PT Maxi Nusantara Raya, dan PT Borneo Berkah Abadi.
Ketiga perusahaan tersebut terikat dalam perjanjian kerja sama (PKS) untuk mendorong percepatan realisasi investasi sekaligus menghadirkan fasilitas penunjang bagi masyarakat di kawasan IKN.
Seluruh proyek di WP 1A dan 1C dirancang untuk mendukung kebutuhan harian penghuni kawasan, termasuk aparatur sipil negara (ASN) dan masyarakat yang telah maupun akan menetap di IKN.
Percepat Ekosistem Ekonomi dan Daya Tarik IKN
Basuki menambahkan, pembangunan fasilitas komersial, sosial, dan pendukung lainnya dipercepat guna mendorong pertumbuhan ekosistem kawasan.
Langkah ini diharapkan dapat menghadirkan aktivitas ekonomi yang berkelanjutan sekaligus memperkuat daya tarik IKN sebagai pusat peradaban baru Indonesia.
Perwakilan investor dari PT Maxi Nusantara Raya, Suni Yuwono Kusbandi, menegaskan kehadiran perusahaannya di IKN tidak semata berorientasi pada keuntungan, tetapi juga sebagai kontribusi nyata dalam pembangunan kawasan strategis nasional tersebut.




