Gubernur Jateng Desak Normalisasi Permanen Usai Tanggul Sungai Tuntang Jebol
DEMAK, LINGKAR TV – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, meninjau langsung titik tanggul jebol di Sungai Cabean, Kecamatan Karangawen, dan Sungai Tuntang di wilayah Kecamatan Kebonagung, Kabupaten Demak.
Langkah ini diambil menyusul tingginya curah hujan yang memicu peningkatan debit air hingga menjebolkan benteng pertahanan sungai.
Akibat insiden ini, ratusan Kepala Keluarga (KK) di kedua wilayah tersebut terendam banjir dengan ketinggian mencapai 20 hingga 70 sentimeter. Selain pemukiman, ratusan hektare lahan pertanian warga kini menyerupai lautan air.
Desak Pusat Lakukan Normalisasi Permanen Sungai Tuntang
Dalam kunjungannya, Ahmad Luthfi menyoroti masalah sedimentasi akut di Sungai Tuntang yang menjadi biang keladi meluapnya air. Ia berjanji akan segera membawa persoalan ini ke tingkat kementerian.
“Saya akan mengusulkan kementerian karena itu kewenangan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS). Minimal kita lakukan normalisasi seperti di Sungai Wulan yang hampir 45 kilometer. Ini akan segera saya sampaikan ke pemerintah pusat,” tegas Luthfi, Selasa (17/2/2026).
Target Tiga Hari Jalur Provinsi Pulih
Untuk penanganan jangka pendek imbas tanggul jebol di Sungai Tuntang dan Sungai Cabean, Pemprov Jateng fokus pada pemulihan akses jalan provinsi di Kebonagung yang terputus sepanjang 25 meter. Luthfi telah memerintahkan Dinas Pekerjaan Umum (PU) untuk bekerja ekstra cepat.
“Ini jalan provinsi. Sudah saya sampaikan kepada Dinas PU, dalam tiga hari harus sudah dibuat akses jalan. Jika diperlukan, kita bangun jembatan sementara bekerja sama dengan Kodam dan Kodim berupa jembatan apung,” jelasnya. Perbaikan darurat ini ditargetkan fungsional sepenuhnya dalam waktu tiga hingga tujuh hari.
Sinergi Forkopimda dan Evakuasi Warga
Bupati Demak, Eisti’anah, menyatakan pihaknya terus berkoordinasi intensif dengan BBWS Pemali Juana untuk mempercepat penutupan tanggul yang jebol.
Sinergi antara TNI, Polri, BPBD, dan relawan dikerahkan agar dampak banjir tidak meluas ke kecamatan lain.
Di sisi lain, Kapolres Demak, AKBP Arrizal Samelino Gandasaputra, memastikan keselamatan warga menjadi prioritas utama. Pasukan Siaga Bhayangkara telah diterjunkan untuk mengevakuasi kelompok rentan seperti lansia dan anak-anak.
“Kami bekerja sama dengan BBWS serta melibatkan TNI, Polri, BPBD, dan relawan agar penanganan tanggul jebol segera dilakukan dan dampaknya tidak semakin meluas,” ungkap Kapolres.
Waspada Cuaca Ekstrem
Data menunjukkan debit air tahun ini jauh lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya, yang memberikan tekanan ekstrem pada kekuatan tanggul.
Pemerintah daerah mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi banjir susulan, mengingat anomali cuaca yang masih mengancam wilayah Jawa Tengah. (M. Burhan A – Lingkartv.com)
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari lingkartv.com
Ahmad Luthfi Banjir Demak banjir demak terkini berita demak hari ini info banjir demak Jawa Tengah Sungai Tuntang Tanggul Jebol
Bagikan
Facebook X Pinterest




