Fenomena Sunmori di Jalan Poros Samarinda-Balikpapan dan Tantangan Kendali Ruang Publik
Aktivitas Sunmori yang Mengundang Masalah
Sunmori, atau Sunday Morning Ride, yang sering terlihat di Jalan Poros Samarinda-Balikpapan, telah menjadi sorotan bukan hanya karena pelanggaran lalu lintas, tetapi juga akibat dari lemahnya kendali negara terhadap pengaturan ruang publik.
Kekhawatiran Terhadap Keamanan Publik
Menurut Muhammad Hasbi, Sekretaris Umum Dewan Pimpinan Kota Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPK KNPI) Loa Janan, aktivitas ini telah bertransformasi menjadi rutinitas yang mengancam rasa aman masyarakat. Selain risiko kecelakaan, absennya pengawasan dan penegakan aturan oleh negara juga menjadi sorotan utama.
Fungsi Negara dalam Menjamin Keamanan
Hasbi menegaskan bahwa ketika aktivitas yang berisiko tinggi berlangsung tanpa pengendalian yang memadai, masalah tersebut lebih berkaitan dengan sistem pengawasan negara yang lemah daripada individu pelaku itu sendiri. Ia berpendapat bahwa Jalan Poros Samarinda-Balikpapan, sebagai jalur vital dengan mobilitas tinggi, seharusnya tidak dibiarkan dikuasai oleh kegiatan yang membahayakan keselamatan umum.
Pentingnya Pengaturan yang Konsisten
Masalah sunmori perlu dipahami sebagai isu yang lebih besar daripada sekadar insiden sporadis atau urusan komunitas motor. Pembiaran terhadap aktivitas ini, menurut Hasbi, dapat menciptakan preseden buruk di mana pelanggaran terbuka dianggap biasa dan tanpa konsekuensi.
Dalam konteks ini, tantangan bagi pemerintah adalah memperkuat sistem pengawasan dan penegakan hukum demi menjaga keamanan publik dan memastikan ruang publik dapat digunakan dengan aman oleh seluruh warga.




